Tag Archives: jurnal

[E-Book] Bunga Rampai Cerpen, Minggu Ke-VII, Agustus 2012

@Cover VII Agustus 2012

Klik gambar untuk melihat dan mengunduh

E-Book Bunga Rampai Cerpen Mingguan

Minggu ke-VII, Agustus 2012

Periode: 05 – 12 Agustus 2012


Kedekatan Ruhaniah

Oleh Hera Ibrahim

Inilah Cinta: Terbang tinggi ke langit
setiap saat mencampakkan ratusan hijab
pertama kali menyangkal hidup (zuhud),
pada akhirnya (jiwa) berjalan tanpa kaki (tubuh)
cinta memandang dunia telah raib dan
tak mempedulikan yang nampak di mata
ia memandang jauh ke sebalik dunia bentuk-bentuk
menembus hakikat segala sesuatu

(diterjemahkan oleh Abdul Hadi W.M. dalam buku Jalaluddin Rumi dan Puisi-puisi Tasawuf).

PENYAIR besar Jalaluddin Rumi berpendapat bahwa untuk memahami kehidupan dan asal-usul kewujudan dirinya, manusia mesti menggunakan jalan cinta. Masih menurut Rumi, cinta juga dikatakan sebagai suatu dorongan luhur yang membawa seseorang mencapai hakikat kehidupan yang baqa.

Kalau kita jatuh cinta kepada seseorang, hal pertama yang membuat kita jatuh hati tentulah daya tarik fisik, baru berkembang ke hal-hal lainnya, misalnya kepribadian dan intelektualitas. Lalu, bagaimana caranya kita jatuh cinta kepada Tuhan?

Kita akan bisa jatuh cinta kepada Tuhan, salah satu caranya adalah dengan mengasah kepekaan diri dan kepekaan hati. Dengan kepekaan yang kita miliki, kita akan mampu melihat betapa Maha Luarbiasanya Sang Pencipta.

Salah satu contohnya, adalah matahari terbit. Bagi orang yang tidak memiliki kepekaan, melihat matahari terbit tidak akan memunculkan perasaan apa-apa. Karena orang tersebut beranggapan bahwa matahari terbiat setiap hari adalah suatu hal yang memang sudah semestinya terjadi. Tapi tidak demikian halnya dengan orang yang memiliki kepekaan jiwa, di mata orang tersebut matahari terbit dengan sinar indahnya terlihat demikian indah dan menakjubkan, sehingga membuat hatinya bergetar. Karena bagi orang yang peka, dapat merasakan bahwa segala benda di dunia ini menggemakan syair-syair Tuhan.

Cinta terhadap sesama manusia, tentulah tidak sulit untuk mewujudkannya. Karena orang yang kita cintai secara konkret bisa kita lihat dan kita jumpai kapan pun kita kehendaki. Tetapi tidak demikian halnya dengan cinta kita kepada Tuhan. Karena secara fisik Dia tidak bisa kita lihat dan hanya orang yang memiliki keimanan yang baik yang dapat merasakan kehadiran-Nya.

Ciri paling utama dan kebutuhan yang paling mendasar dari orang yang mencintai adalah munculnya keinginan untuk senantiasa berjumpa dan mengekspresikan cintanya kepada sang kekasih.

Maka, bagaimanakah caranya kita dapat berjumpa dan mengekspresikan cinta kita kepada-Nya? Tentunya dengan jalan mendekatkan diri melalui shalat, zikir, dan doa-doa yang kita sampaikan. Dengan jalan demikian, lama kelamaan dengan sendirinya kita akan dapat merasakan balasan cinta dari-Nya. Melalui ibadah-ibadah yang kita lakukan dengan khusyu’ suatu saat akan memunculkan sebuah kesadaran. Bahwa dalam sebuah hubungan cinta, kedekatan secara ruhani lebih tinggi nilainya ketimbang kedekatan secara fisik. []

(Artikel ini pernah dimuat di Mingguan Jurnal Islam-Agustus 2000)

Sumber: http://www.facebook.com/hera.ibrahim


%d blogger menyukai ini: