Tag Archives: basuki

[E-Book] Bunga Rampai Cerpen, Minggu Ke-VII, Agustus 2012

@Cover VII Agustus 2012

Klik gambar untuk melihat dan mengunduh

E-Book Bunga Rampai Cerpen Mingguan

Minggu ke-VII, Agustus 2012

Periode: 05 – 12 Agustus 2012


Cinta Masih Puitis

Oleh Naimah Herawati Hizboel

Di tengah suasana “panas” oleh hebohnya pemberitaan video percintaan Luna Maya, undangan dari Mizan Productions untuk menghadiri preview film berjudul “3 Hati: Dua Dunia Satu Cinta,” bagai oase yang mendinginkan. Membangkitkan kembali semangat dan gairah tak terkira.

Film 3 Hati_Dua Dunia Satu Cinta

Baru membaca judulnya yang bagus saja sudah membuat optimismeku (mengenai cinta) kembali berdetak. Sehingga, aku pun bertekad untuk menghadiri undangan itu. Maka, jadilah hari Selasa pagi (8/6) itu aku dengan sadar menyerahkan diri menjadi bagian dari kemacetan tak terkira sepanjang Cibubur-Antasari-Gunawarman-Senopati, hingga sampai di Blitz Megaplex di kawasan SCBD. Waktu yang kuperkirakan satu setengah jam bisa mencapai Pacific Place, ternyata meleset. Hampir dua jam aku baru bisa sampai di lokasi. Itu pun setelah aku nekad menyerobot mengikuti barisan mobil mewah yang dikawal oleh polisi mulai dari jalan Gunawarman hingga SCBD. Untungnya, semua ketegangan pagi itu kemudian terbayar lunas oleh film manis berdurasi seratus enam menit itu.

Film 3 Hati: Dua Dunia Satu Cinta

Akhir-akhir ini, konsep hubungan percintaan anak-anak muda kian jauh bergeser dari kaidah dan nilai-nilai cinta yang semestinya (nilai-nilai budaya dan agama). Hal itu membuatku “capek” melihat hubungan cinta yang ada di sekelilingku. Aku pun nyaris “putus asa” dan kehilangan harapan bahwa cinta masih romantis. Namun, semua keresahan itu kemudian berakhir setelah menonton film ini.

Film 3 Hati: Dua Dunia Satu Cinta, bercerita tentang hubungan cinta antara Rosid (diperankan oleh Reza Rahadian), seorang pemuda Muslim idealis yang terobsesi menjadi seniman besar seperti WS. Rendra, dengan Delia (dimainkan oleh Laura Basuki), seorang gadis Katolik berwajah manis. Tentu saja hubungan mereka ditentang habis-habisan oleh Mansur, ayah Rosid yang keturunan Arab, dan orang tua Delia yang orang Manado.

Di luar konflik hubungan cinta Rosid-Delia, ada juga persoalan menarik lain yang juga dimunculkan dalam film ini, yakni gaya seniman Rosid dengan rambut kribonya yang selalu membuat sang ayah gusar karena anaknya tidak pernah bisa memakai peci. Padahal, bagi sang ayah, peci merupakan lambang kesalehan dan kesetiaan pada tradisi dan agama. Sementara, bagi Rosid keengganannya memakai peci tak sekedar karena rambut kribonya melainkan karena ia tak ingin kepatuhannya menjalankan syariat (agama) dicampurbaurkan dengan tradisi leluhur yang disakralkan.

Latar belakang yang cukup ekstrem antara Rosid dan Delia (kerap dilafalkan Delilah oleh Muzna, ibunda Rosid), tentu saja menjadi konflik utama dari awal hingga akhir film. Rosid terlahir dari keturunan Arab-Muslim yang sangat taat memegang tradisi agama dan leluhur, sedangkan Delia terlahir dari keluarga Manado-Katolik, yang juga sangat taat beribadah.

Menariknya, Rosid dan Delia adalah dua anak muda yang rasional dalam menghadapi persoalan yang melanda kehidupan cinta mereka. Sehingga, mereka tak hanya sibuk bergelut dengan perasaan cinta yang bergulung-gulung, tapi mereka juga memikirkan perasaan orang-orang di sekitar. Di satu sisi mereka kukuh menggenggam perasaan cintanya, tapi di sisi lain mereka sangat peduli pada kepanikan yang melanda ayah dan ibunya. Berbagai cara yang dilakukan oleh orang tua mereka, seperti Delia yang akan dikirim sekolah ke Amerika, dan Rosid yang hendak dijodohkan dengan Nabila (diperankan oleh Arumi Bachsin), gadis cantik berjilbab yang ternyata juga mengidolakan Rosid, dihadapi dengan sabar tanpa kehilangan style mereka sebagai anak muda. Berhasilkah Rosid dan Delia bersatu dalam ikatan pernikahan? Jawabannya harus disaksikan sendiri di film ini.

Film ke lima produksi Mizan Productions ini menghadirkan pemain-pemain muda berbakat seperti Reza Rahardian, peraih piala citra sebagai Pemeran Pendukung Pria Terbaik Festival Film Indonesia 2009. Kemampuan akting Reza diadu dengan kehadiran dua gadis cantik Laura Basuki (Delia) dan Arumi Bachsin (Nabila). Laura Basuki bermain sangat cantik. Ia mampu membawakan perannya sebagai Delia yang terombang-ambing perasaannya, antara cintanya pada Rosid, kekasihnya, dan cintanya kepada kedua orang tuanya dengan sangat baik. Semua pergulatan hatinya terbaca lewat bahasa tubuh dan ekspresi wajahnya. Nama terkenal lain yang juga terlibat di film ini adalah Ira Wibowo dan Robby Tumewu yang dipasangkan menjadi orang tua Delia, dan ada Henidar Amroe yang menjadi ibunda Rosid.

Akhirnya, lewat film yang manis dan romantis garapan sutradara Benni Setiawan dan diproduseri oleh Haidar Bagir ini, penonton seolah disadarkan, bahwa cinta masih indah, dan cinta masih puitis. []

16 Juni 2010


%d blogger menyukai ini: