Tag Archives: nakal

[E-Book] Bunga Rampai Cerpen, Minggu Ke-VII, Agustus 2012

@Cover VII Agustus 2012

Klik gambar untuk melihat dan mengunduh

E-Book Bunga Rampai Cerpen Mingguan

Minggu ke-VII, Agustus 2012

Periode: 05 – 12 Agustus 2012

Iklan

Kisah Tentang Seorang Ibu dan 4 Anaknya

Oleh Very Barus

Sejak diluncurkannya alat transportasi bebas hambatan TransJakarta (meski seluruh umat di Jakarta menyebutnya Busway) Gue belum pernah mencicipin gimana asyik masyiknya naek TransJakarta. Jadi penasaran dong. Ato istilahnya gue belum sah menjadi orang Jakarta kalo belum mencicipin naek TransJakarta. Akhirnya, gue meluangkan waktu gue tanpa naek motor kesayangan gue dan gue mencoba naek TransJakarta. Dari halte Duku Atas menuju halte Pramuka.

Gue beli tiket dan langsung berdiri dengan manisnya di sisi pintu. Waktu gue sedang menunggu, datang seorang ibu dengan empat orang anaknya yang masih kecil-kecil yang juga mau naek TransJakarta. Sejak hadirnya 4 bocah cilik yang kira-kira usianya 4 taon, 3 taon, 2 taon dan 8 bulan, 2 anak laki-laki dan 2 anak perempuan. Tapi kejahilan anak-anaknya nggak bisa dibedakan mana yang cewek dan laki. Sama jahilnya. Anehnya kenapa si ibu begitu santainya menghadapi anaknya yang jahil-jahil itu (ibunya kena kutukan apa ya? Punya 4 orang anak, semuanya kok nakal-nakal dan nggak bisa diatur).

Gue yang sedang diam aja dicolek-colek sama anaknya yang umur 3 taon (genit amat nih anak? Gede-nya nanti mau jadi apa nih anak ya…?).

Semula gue mengira si ibu tuh baek dan sabar banget. Tapi ketika si TransJakarta sudah datang dan semua penumpang termasuk gue berebut masuk ke dalamnya (anehnya, susah banget menerapkan disiplin di Indonesia ini…!) gue perhatikan si ibu langsung mengerahkan anaknya untuk mencari posisi masing-masing. Kemudian anak yang masih digendongnya didudukkan di kursi persis disebelahnya.

”Ayo cari tempat duduk kalian…” Teriak si ibu bak seorang kapiten.

Dan anak-anaknya pun dengan leluasa memilih tempat duduk yang kebetulan masih banyak yang kosong. Trus mereka berhasil menguasai 5 tempat duduk tanpa peduli sekelilingnya. Ketika bus berjalan, anak-anaknya asyik-asyik aja bergelantungan di tempat handle-an tangan di atas kepala penumpang yang berdiri. Lompat-lompatan, teriak-teriakan dan ada yang nangis.

Wuiihh…ke empat bocah-bocah itu sangat brisik bangeth deh. Rasanya pengen nyumbat mulut mereka pake gumpalan kain basah (Ups! Sadis ya…?).

Pada halte berikutnya, penumpang TransJakarta semakin banyak dan bejubel. Melihat sesaknya penumpang yang berdiri, gue memperhatikan si ibu dan 4 anaknya anteng-anteng aja (gila…terbuat dari apa sih hati si ibu ini?). Si ibu malah cuek dan masa bodoh dengan sekeliingnya. Padahal gue tau betul kalo si ibu hanya beli 2 tiket doang.

Tiba-tiba seorang ibu sambil menggendong anaknya terlihat letih dengan keringat bercucuran (untung nggak keringat darah yang keluar…). Si ibu bilang begini…

Ibu 1 : Maaf bu, bangku ini bisa didudukin nggak? *senyum*
Ibu 2 : Nggak bisa…*jutek*
Ibu 1 : Tapi kan anak bayinya bisa dipangku bu… *sedih*
Ibu 2 : Saya bilang nggak bisa, ya nggak bisa! Maksa amat sih

Si ibu yang berdiri terlihat sedih banget. Kemudian penumpang lainnya pada ngomel melihat ulah si ibu dan 4 anaknya yang bener-bener berhati baja. Melihat tingkah si ibu yang ”dingin”, seorang penumpang memanggil petugas yang berdiri di depan pintu. Setelah dijelaskan akhirnya si petugas menghampiri si ibu bertampang dingin itu.

Petugas : Maaf bu, tadi beli tiket berapa? *sopan*
Ibu : *Diem saja…cuek saja…*
Petugas : Maaf bu…anaknya bisa digendong gak ? *tetep sopan*
Ibu : (si ibu acuh) *melirik sinis pada petugas*
Petugas : Ibu…dengar tidak saya bicara? Atau ibu saya turunkan di halte terdekat.
Ibu : Huh…!!!! kalu mau duduk ya duduk aja… *sambil menggendong anaknya*

Kemudian si petugas menyuruh ibu yang berdiri tadi duduk di sebelah si ibu itu.

Petugas : Silahkan duduk bu… *menyuruh ibu2 yang berdiri dari tadi*
Ibu 2 : Makasih ya pak… *ujar si ibu sambil duduk*

Melihat tempat duduk 2 anaknya didudukin penumpang lain, si ibu berhati baja itu sinis terus melihat ibu-ibu disebelahnya. Sementara anak-anaknya terus dengan keaktifan yang luar biasa sangat mengganggu penumpang lainnya…

Ibu : Awas! Anak saya jangan sampai didudukin ya…*sinis*

Eh, si ibu nggak berhenti melakukan kejahilan. Si ibu sengaja mendirikan bayi 8 bulannya di tempat duduk yang sudah didudukin si ibu tadi… (ya ampuuunnn bu…kok gak insyaf juga sih…??). Alhasil, si ibu dan anaknya yang baru duduk tadi mulai terganggu. Hingga akhirnya si ibu kembali berdiri.

Nggak tega melihat si ibu dan anaknya berdiri lagi, gue mengambil inisiatif, si ibu gue persilahkan duduk di tempat duduk gue dan gue pindah ke tempat duduk si ibu yang sadis tadi. Coba aja kalo anaknya macem-macem ke gue. Bisa gue lempar anak-anaknya serta si ibu sadis itu sekalian…!

* Fuihh…!!! Ternyata naek TransJakarta masih nggak nyaman juga ya…? []


Bungkutoko

Oleh Adhy Rical

terumbu alir rambutmu
membawa napasku lepas
dari kuku ombak kapalan
bergelombang ke pundak
lalu gamping ramping pinggulmu
menekuk peluk ke lekuk

kapal-kapal niaga, wangi pantai,
perca koral, dan bocah nakal
bukanlah teluk dangkal
atau jerit rindu yang randai

mata yang landa
menarikku ke ranjangmu
menghitung setiap helai alismu
dan percintaan benua

bungkutoko,
aku tenggelam di bawah pusarmu
menjadi koloni dari rahim ibuku
bukankah menemuimu
tak cukup kata-kata yang tertata?

Bungkutoko, 2010


%d blogger menyukai ini: