Tag Archives: surabaya

[E-Book] Bunga Rampai Cerpen, Minggu Ke-VII, Agustus 2012

@Cover VII Agustus 2012

Klik gambar untuk melihat dan mengunduh

E-Book Bunga Rampai Cerpen Mingguan

Minggu ke-VII, Agustus 2012

Periode: 05 – 12 Agustus 2012

Iklan

Losmen Angker Yang Teramat Menyeramkan

Next Episode 3 – The Real Adventure

Baca juga kisah sebelumnya (Next Episode 2 – The Real Adventure) : Surabaya To Water Fall Madakaripura

Oleh Very Barus

USAI berpetualangan di air terjun Madakaripura, perjalanan dilanjutkan menuju kawasan BROMO. Perjalanan ke Bromo hari sudah mulai senja. Ya, iya lah, secara meninggalkan Madakaripura saja matahari sudah redup dan tak menampakkan teriknya lagi. Tubuh kami pun mulai terasa letih karena menapaki jalan-jalan bebatuan, juga mandi-mandi di bawah pancuran air terjun yang sumpah seger dan sejuk banget.

Dalam perjalanan menuju Bromo kami terus saling memuji keindahan air terjun tersebut. Gue dan Sari sempat membanding-bandingkan air terjun Madakaripura dengan Air Terjun Sipiso-Piso di Sumatra Utara, ternyata jauh lebih indah yang ini ya Sar…Tuhan Itu bener-bener nggak ada yang bisa menandingi untuk urusan Cipta mencipta…

Satu persatu kami mulai terlelap dalam keletihan. Mickie si penyanyi Organ Tunggal pun sudah tidak bersuara lagi. Habis batere ato emang sudah letoy kecapekan…dan kami pun hanya zzzz…zzzzz…zzzz… (alias tidur dengan gaya dan versi masing-masing…).

Irman tidur dengan manisnya di samping pak supir. Tetap tidur dengan jaim karena Icon SI MANIS harus tetap diperjuangkannya menjadi Icon dirinya. Sementara Deddy sudah nyungsep menyenderkan kepala di senderan kursi, kaki dinaikin ke senderan kursi di depannya. (makanya punya kaki jangan kepanjangan ded…jd tidur tersiksa lo kan..?)

Sari tergolong manusia yang tidur tidak punya pendirian. Karena dalam kantuknya kepalanya sesekali terjatuh ke pundakku…kemudian pindah lagi ke pundak deddy…ke pundakku lagi…trus ke pundak deddy lagi. Kamu harus milih dong Sar…mau tetap jatuh ke pundak aku atau ke pundak Deddy???? Huh!!!! Tidak punya pendirian..!!! (hehhehehe….).

Tanpa terasa, perjalanan satu atau dua kami (gue lupa nih kita berapa jam di perjalanan dari Air terjun ke Bromo), akhirnya nyampe juga di POSKO atau pengkolan yang banyak calo-calo untuk mencalokan diri sebagai guide ke Bromo. Tapi tujuan kami bukan cari calo untuk naik ke Bromo melainkan mencari mas YOYO (yang pasti bukan Yoyo PADI ya…). Orang yang telah mencarikan LOSMEN untuk kami inapin selama di Bromo.

Setelah tanya sana dan tanya sini…trus telepon sana-telepon sini, akhirnya ketemu deh dengan mas YOYO. Lalu mas Yoyo mengantarkan kami ke LOSMEN yang sebenarnya posisinya persis di pinggir jalan. Tapi anehnya di kanan kiri losmen tersebut SEPI!

“Ini lho, losmennya. Ada 3 tempat tidur di depan, dan ada 2 kamar di belakang. Tinggal pilih mau tidur dimana…” ucap mas Yoyo sambil menunjukkin posisi kamar dan tempat tidur.

Meski sejujurnya, saat baru masuk losmen tersebut, gue sudah bad feeling. Tapi gue diem saja. Nggak mau sok JAGOAN NEON yang langsung kasih aba-aba ke teman-teman. Ntar adventurennya jadi terganggu.

Kemudian, kami pun bebenah. Bongkar-bongkar isi tas. Bongkar-bongkar makanan dan pokoknya sibuk semua deh…kayak anak kos yang baru pindahan. Kemudian, gue pergi ke kamar mandi mau menjemur celana dan baju yang basah gara-gara mandi di air terjun tadi. Eh, ternyata Sari mau ikutan menjemur juga. Secara bajunya juga basah.

Saat masuk ke kamar mandi, gue melihat SOSOK PEREMPUAN berwajah sangat menyeramkan berdiri persis di dekat bak mandi. Gue langsung mengurungkan diri menjemur dan pipis. Gue langsung buru-buru pergi ke ruang depan. Tapi Sari sudah melihat ekspresi wajahku. Lalu dia nanya…

“Ada apa Ver..?”

“—-“ gue diem saja. Tapi Sari terus aja nyecar pertanyaan dengan mimik wajah ketakutan.

“Ada apa..?”

Akhirnya gue cuman bilang aja, ”kalo ke kamar mandi jangan sendirian ya. Harus di temani…”

Jadi, setiap mau ke kamar mandi, pasti Sari minta ditemani Mickie. Begitu juga sebaliknya. Tapi ulah kami yang begitu tidak ditangkap oleh Lia dan Deddy dll. Mereka mengira kami pengecut…

“Kenapa sih…? Ke kamar mandi saja harus ditemani…takut amat…??” Ucap Lia.
Tau tuh…tadi kata Vey di kamar mandi dia lihat sesuatu…” Sari berusaha menjelaskan.

Hingga akhirnya, kami pun mulai merasakan SENSASI yang teramat beda di dalam LOSMEN itu.

Bayangin aja, kami berada di dalam losmen tapi kok rasanya DINGINNYA beda. Rasanya dingiiiiiiiinnnnnnn banget. Kita tau udara di Bromo itu dingin. Tapi di dalam losmen kami jauh lebih dingin. Baju berlapis-lapis…selimut berlapis-lapis nggak mempan

Akhirnya, kami sepakat mencari minuman dan makanan yang menghangatkan badan di warung. Eh, nyampe di luar dinginnya beda. Semua bilang begini…

Nah, dinginnya beda kan…? Kok di dalam jauh lebih dingin ya…??”
“Iya..iya..iya…” jawab kami serentak sambil terus mencari penyebabnya. Karena di Losmen jelas nggak ada AC. Soalnya losmen kami tergolong rumah sangat biasa banget.

Mobil melaju mencari tempat makan dan minum yang panas-panas…

Tiba di salah satu warung, kami mulai order deh…pecel, soto, nasi dll… Minum teh manis, kopi dll… Tapi saat menunggu orderan datang, kami sempat foto-foto juga di warung (Oiya, di dalam losmen juga kami sempat foto-foto. Dan foto-foto di dalam losmen juga sangat menyeramkan. Karena terjadi penampakan di dalam foto).

Pas, asyik foto-foto, tiba-tiba di depan warung muncul seekor ANJING besarrrrrrr banget. Wajahnya menyeramkan. Sejujurnya gue sudah melihat kalo anjing itu bukan anjing sungguhan. Tapi gue diem saja. Karena itu jelmaan. Anehnya, Irman membahas soal anjing itu. Dengan teori-teori yang entah dari mana dia dapat, Irman bilang begini…

“Biasanya, anjing dengan alis yang bla bla bla bla bla…(gue gak nyimak penjelasannya), itu anjing hantu. Anjing jadi-jadian…” Dan teori Irman soal Anjing itu menjadi trending topic kami di warung. Hingga akhirnya, selesai makan, tiba-tiba sosok ANJING ITU HILANG!

Lho, kemana anjing tadi ya…?” tanya Irman dan teman-teman yang lain. Tapi gue tetap nggak mau gubris. Karena dari sosok anjing itu gue melihat wajah yang sangat menyeramkan…seremmmmm banget!

Kemudian kami kembali ke losmen!

Niatnya mau maen kartu nih menunggu subuh menjelang naik ke Bromo. Tapi nggak jadi. Trus kami buka botol wine biar badan hangat. Mulai deh minum sedikit-sedikit (satu botol bagi rame-rame tetep aja nggak nampol) dan justru wine-nya banyak sisa juga.

Saat mau tidur, mulai bagi-bagi posisi tempat tidur. Sari tidur di tempat tidur pojok dekat jendela. Deddy memilih tidur dekat Sari. Trus Mickie juga nyusul ikut tidur di tempat tidur Sari (mereka tidur bertiga). Sementara Lia tidur di tempat tidur deket pintu. Dia tidur bareng Irman. Gue tidur di tempat tidur dekat pintu arah dapur. Gue tidur sendiri. Sementara mas supir tidur di kamar, di dekat kamar mandi.

Pukul 23.00 WIB…

Menjelang tidur, gue melihat di bawah tempat tidur Sari banyak banget wajah-wajah seram. Berbentuk hitam tapi mata dan kepala menyeramkan. Tapi gue terus diem saja.

Satu hal, gue nggak tau kenapa bisa melihat mahluk-mahluk yang kasat mata orang biasa. Alias gue bisa melihat roh halus. Gue benci kondisi ini. Karena sangat mengganggu. Kemudian, di jendela dekat tempat tidur Sari sudah berdiri sosok perempuan berambut panjanggggg banget. Wajahnya ditutupi rambutnya. Tapi sosok itu tinggi dan besar. Hampir sampai ke langit-langit rumah. Gue berdoa dalam hati agar kami dilindungi dari kuasa-kuasa kegelapan. Roh-roh jahat.

Saat mataku mulai terpejam, kami mulai mendengar suara-suara aneh. Suara pintu diketok-ketok. Suara kaki berjalan dari arah dapur ke depan. Suara tangan mencakar-cakar dari arah jendela samping. Yang jelas sangat mengganggu dan menyeramkan. Sayup-sayup gue mendengar Deddy, Sari dan Mickie membahas suara-suara itu.

Eh, kalian dengar gak suara apa itu…?” tanya Deddy.
“Iya…dengar…” kata Mickie.
“Iya…suara apa ya…?” timpal Sari.

Karena suara-suara tersebut sangat mengganggu, Deddy pun kesal dan bilang begini…

“HUSHHH…!!! BRISIKKKKK…!!!” Bentak Deddy.
“Jangan ganggu kami donggg…” Ucap Mickie.

Dan gue mulai terlelap. Tapi beberapa saat kemudian terbangun lagi, karena tiba-tiba Deddy pindah ke tempat tidur gue dengan wajah yang sangat PUCAT PASI. Gue mulai curiga ada apa-apa sama Deddy.

“Aku kok kedinginan banget ya…?” Ucap Deddy.
“Kepalaku kok sakit ya? Dadaku juga nyesek…” Tambahnya lagi.

Akhirnya, karena gue lihat Deddy mulai merintih, gue coba pijit badannya. Lehernya dan membalur minyak gosok ke badannya. Sambil doa-doa dalam hati. Dan kemudian selimutku gue kasih ke dia untuk menutupi badannya.

Oiya, sempat menjadi pertanyaan bagi Deddy dan kawan-kawan saat tidur aku hanya pake celana pendek doang. Meski mereka semua kedinginan . “Si Very aneh ya. Badannya tahan banget! Masak tidur pake celana pendek?”

Akhirnya, Deddy tertidur di sebelahku. Gue sudah melihat mahluk yang ada di jendela mulai tidak suka. Entah karena Deddy pindah ke tempat tidur aku atau kenapa. Yang jelas, saat mau tidur, tiba-tiba aku diserang. Perempuan berbadan besar dan tinggi itu menghampiriku. Dia mendekap mulutku sampai aku tidak bisa berbicara. Tidak bisa bernafas dan tidak bisa berbuat apa-apa. Tapi aku terus melawan dan meronta-ronta sampai akhirnya mulutku bisa terbuka sedikit dari bekapan tangan setan itu. Lalu aku berteriak dengan kencangnya..

“PERGI KAUUUU ANJ########NGGGG……….!!!!!”

Aku terbangun..kulihat Irman, Sari, Mickie dan Lia sudah bangun. Semua kaget melihat aku berteriak begitu kencang. Dan akhirnya aku menjelaskan kalau penghuni rumah ini sedang membekap mulutku. Sari langsung pindah posisi ke tempat tidur Lia dan Irman.

JUJUR SAJA…Kondisi ruangan sudah berubah jadi aneh dan menyeramkan. Gue sudah merasakan energi dari roh-roh jahat itu semakin besar. Karena semua sudah mulai menampakkan wujudnya. Dan wujudnya mereka serem-serem banget.

Aku semakin kaget ketika MICKIE ternyata bisa melihat ROH-ROH HALUS juga. Dia bilang…“Bang, di jendela ada rambut panjaaaaaaangggg bangettt…”
“Iya…aku tau…” Jawabku.
“Bang, dari arah kamar mandi ada juga bangg…”
“Iya…mereka mulai mau menyerang kita lho. Hati-hati. Jangan ada yang tidur…”

Sementara Deddy yang tidur tengkurap kami bangunin. Dia sempat kaget.

“Ada apa…? Ada apa…?” Tanya deddy. Sementara wajah-wajah kami sudah tegang.
“Jangan ada yang tidur ya…ayo bangunin mas Retno cepat…”

Aku menyuruh Mickie membanguni mas Retno di kamar belakang. Karena dari penglihatanku, roh-roh jahat itu sudah mau menyerang mas Retno. Mickie memanggil mas Retno beberapa kali tapi tidak ada sahutan. Mickie malah bilang, ”dia sudah tidur nyenyak. Dia ngorok…”

Tapi aku paksa untuk bangunin. ”GEDOR pintunya…Cepatttt…!!!” Karena aku lihat hantunya sudah ada di kamar mas Retno. Sudah mendekatinya.

Akhirnya mas Retno bangun dengan wajah yang antara sadar dan tidak. Lalu dia bilang…
“Siapa tadi yang menarik-narik kaki aku ya…?” Ternyata, saat dibanguni, roh itu hampir saja masuk ke tubuh mas retno dan mulai menarik-narik kakinya. Untungnya cepat kami bangunin.

Saat kami semua sudah berkumpul di ruang depan. Badanku terus merinding. Bener-bener merinding dan aku mulai menggigil karena mereka semakin banyak. Bayangin aja, kain gorden pembatas antara ruang depan dan ruang belakang tiba-tiba bergoyang dengan kencangnya. Tidak ada angin.

Mickie juga cerita, saat mau tidur kakinya di tarik-tarik. Digelitikin. ”Aku juga heran, kok ada yang narik-narik kaki aku ya. Digelitik-gelitikin gitu…” jelas Mickie.

Saat ngobrol dengan wajah serius dan ketakutan. Tiba-tiba kain gorden pembatas ruang depan dan belakang bergoyang hebat.

“Lihat kain gorden goyangnya kencang banget…!!!” Ucap Deddy.
“Iya…waduh, mereka sudah di situ. Ayo pliss…semua berdoa ya…” Pintaku. Lia, Mickie, Irman dan Sari sudah berdoa dan baca-baca ayat-ayat Quran. Gue juga berdoa dalam hati.

Saat berdoa, kain gorden langsung diam. Dan selesai doa, kain itu bergoyang lebih kencang lagi. YANG JELAS SANGAT MENCEKAM banget…kami sudah mulai ketakutan. Tapi aku terus kasih semangat ke teman-teman…

“Jangan ada yang takut ya…terus berdoa…doa…doa…soalnya mereka semakin banyak…” Aku bilang. Dan tiba-tiba dari arah jendela terdengar suara jendela seperti dipukul…
Braaaarrrkkk….!!!! Suaranya kencanggg banget.
Astafirullahhh…..!!!! Lia dan Mickie kaget dan langsung baca-baca doa lebih kencang.

Waduh, ini sudah bener-bener keterlaluan. Karena energi mereka semakin besar, dan dari arah kamar mandi sudah ada di depan, dari jendela dan dari pintu sudah ada di tengah-tengah kami. Langsung aku ajak teman-teman keluar dari ruangan.

“AYOOO KITA KELUAR…CEPAT…!! CEPAT…!!! MEREKA SEMAKIN BANYAK…AYO KELUARRR…”
“Iya bang…wajahnya serem-serem banget…” Jawab Mickie.

Dengan tergopoh-gopoh kami buka pintu dan langsung keluar dari losmen. Bergegas kami masuk ke dalam mobil. dan langsung ngebut. Sebelum mobil melaju, dari arah losmen gue melihat semua roh-roh jahat itu berdiri di depan rumah. Di jendela, di pintu dan menutupi losmen itu…

SEREMMMMMMMMM…BANGETTTT…

Sangkin mencekamnya, kami tidak berani balik ke Losmen. Padahal masih jam 1.20 dini hari… Kami memilih istirahat di dalam mobil yang kami parkirkan di posko yang rame orangnya. Meski badan terasa letih dan ngantuk. Tapi melihat kondisi losmen yang mencekam, kami memilih begadang hingga menjelang pukul 3.30. Karena jam 3.30 pagi kami dijemput oleh supir mobil HARDTOP yang akan menghantar kami ke puncak Bromo…

Sementara badan Deddy terus menggigil dan merasa sangat kedinginan. ”Ver, dadaku sakit banget…” Ucap deddy berkali-kali. Dan aku selalu mencoba memijat tengkuknya…

Pengakuan Irman:

Sejak masuk ke losmen, tiba-tiba saja Irman langsung tertidur dengan pulasnya. Dengan suara dengkuran yang sangat kencang. Dan ternyata Irman merasa tidak pernah tidur pulas dan mendengkur. Irman sangat sensitif dengan suara-suara. Kalo dengar suara-suara berisik dia pasti bangun. Tapi malam itu beda. Dia tertidur dengan mendengkur. Dengkurannya membuat kami mikir, “Gila ya, Irman kecapekan kali. Sampai mendengkur begitu keras…”

“Aku tidak pernah mendengkur. Demi Allah. Aku sangat sensitif dengan suara-suara. Jadi aku jarang tidur pulas seperti itu…”

ITULAH KEJADIAN-KEJADIAN ANEH DI DALAM LOSMEN…!!

Bagaimana kisah selanjutnya….???? Apakah rasa mencekam itu selesai sampai di situ saja…????

Tunggu kisah selanjutnya…!!!

[]

Kisah selanjutnya :

(Next Episode 4 – The Real Adventure) : Tragedi Di Dalam Mobil Menuju Puncak Bromo


Surabaya To Water Fall Madakaripura

Next Episode 2 : Real Adventure

Baca juga kisah sebelumnya : The Real Adventure Story (bagian 1)

Oleh Very Barus

Keluar dari terminal Juanda, ternyata kami sudah ditunggu oleh pak supir mobil APV yang sudah kami booking sejak masih di Jakarta. (kalo org sunda bilang APV pasti APP).

Nama mas supirnya Retno. Jadi mas Retno lah yang mengantarkan dan menemani kami kemana pun kami tuju selama adventure berlangsung. Mas Retno juga menjadi punya peranan penting dalam bagian kisah ini. (kalo di film, mas Retno dijuluki ‘peran pembantu’ gitu deh!)

Kami mulai ngemas-ngemas barang ke dalam mobil, ternyata barang segede gaban tadi nggak muat dimasukin ke bagasi APV yang kecil. Terpaksa sebagian diletakin di kursi belakang. Oiya, sebagai gambaran PETA POSISI DUDUK kami adalah…Irman dan mas Retno duduk di posisi depan. Katanya sih, orang manis duduk di sebelah pak supir. Jadi Irman salah satu mahluk manis yang beruntung duduk di sebelah mas supir (wakakkakakak…!!!). Trus posisi tempat duduk tengah diisi gue, Sari dan Deddy. Posisi tempat duduk yang sering di dudukin para majikan-majikan kaya dan nyonya dan tuan besar (ngareeeppp..!!).

Sementara posisi tempat duduk belakang diisi oleh Lia dan Mickie. Ya, bisa disebut sebagai anak buangan. Pembantu atau tempat sampah (wakakakakka..!!). Kenapa kami bilang tempat sampah? Karena kalo kami lagi makan cemilan yang ada sampahnya, kami pasti nanya…”Ada tempat sampah gak?” Trus dengan baik hati dan tidak sombong mereka bilang, ”disini ada…di belakang…!!”

Begitu juga dengan tas dan belanjaan kami yang tumpah ruah, pasti kami letakkan di tempat duduk belakang berdesak-desakan dengan Lia dan Mickie…Jadi sangat pas sekali posisi mereka duduk di belakang.

Usai bebenah, tujuan utama adalah MAKAN SIANG (meski masih jam 10-an pagi banget). Kami sebut itu makan siang (di dekat sebuah super market). Jadi makan dulu baru belanja keperluan. Usai makan soto dan lontong yang menurut kami semua sangat-sangat tidak NENDANG di perut. Lontongnya kayak lontong basi. Sotonya sangat SOTOY! Pokoknya lidah kami tidak menikmati suguhan pertama di kota orang. Meski kesal tapi kami tetap heppi-heppi aja. Kami langsung belanja keperluan selama Adventure. Mulai dari telor, roti, obat-obatan, kopi, teh, gula, kornet, gas untuk kompor mini Mickie dan juga perlengkapan lainnya.

Maklum, meski judulnya Adventure, tapi untuk urusan makan kami pake slogan yang di-gaung-kan oleh LIA…“untuk urusan perut nggak mau menderita…”.

Jadi deh kami belanja makanan yang kalo kata Rhoma Irama “T-E-R-L-A-L-U”. Soalnya, jadi kayak ibu-ibu belanja bulanan yang baru dapat arisan gitu bo! Trolly belanjaan aja nggak muat sangkin banyaknya belanjaan yang dibeli.

Usai belanja, kami melanjutkan perjalanan ke Objek Wisata pertama yaitu AIR TERJUN MADAKARIPURA yang letaknya di Probolinggo. Jarak tempuh yang lumayan jauh dari Surabaya. Tapi karena rasa penasaran yang lebih dominan di benak kami, kata “JAUH” kami anggap angin lalu. Wes ewes ewes….sono angine…!!!!

Sebelum mengisahkan perjalanan, sebenarnya tangan gue gatal juga kalo tidak mengisahkan karakter teman-teman seperjalanan gue ini. Jujur saja, meski baru kenal sama Mickie, Irman dan Sari, tapi kok rasa-rasanya kami sudah berteman sejak masih OROK ya? Langsung connecting people gitu.

Irman dan Mickie tuh dua sahabat yang kayak anjing dan kucing kalo sudah nyela. Dua-duanya bermulut CADAS! Kalah deh SILET. Tapi celaan-celaan mereka berdua mampu membuat perut kami berguncang-guncang sangkin kocaknya (sumpah elo berdua emang patas dapat Bintang. Bintang Kehidupan dari Nike Ardila maksudnya).

Kayaknya Mickie tuh terobsesi banget jadi penyanyi setaraf David Archuleta atau sekelas Rossa atau Rita Butar-Butar atau siapa lah itu. Dengan suara yang bergetar-getar selalu menyanyikan “SOUNDTRACK”. Karena setiap cerita yang sedang kami ceritakan, maka dia sibuk menyanyikan soundrack dari cerita tersebut. Jadi kalo kami sedang cerita tentang gunung, maka Mickie akan mencari lagu-lagu yang berhubungan dengan gunung. Cerita tentang makanan, maka dia akan cari lagu yang berhubungan dengan makanan. Pokoknya gitu deh…aneh nih anak terlalu kreatif dan mulutnya nggak bisa diem. Stock lagunya bener-bener cap jempol deh!

Sari, cewek berbadan mungil yang juragan Starbuck, alias dia kerja di Starbuck. Jadi teman-teman yang doyan ngopi seperti Deddy, Mickie dan Irman paling doyan memanfaatkan kartu diskon punya Sari untuk mengisi CANGKIR STARBUCK mereka segede termos (yang juga dibeli secara diskon ‘paksa’).

Naluri ke-ibu-an SARI juga emang pantas dapat SELENDANG atau ULOS deh. Abis, dia sangat cekatan urusan makanan dan keperluan kami-kami ini. Mirip NANDE-NANDE yang mengurus anak-anaknya yang badung. Pokoknya gak sia-sia dapat gelar MISS SARI NANDE…

Sementara Deddy dan Lia yang sudah lumayan lama gue kenal menjadi karakter yang to the point gitu deh. Ngomong nggak perlu pake bahasa E-Y-D yang disempurnakan lagi. Bila perlu diberantakkan. Jadi deh bahasa kami yang apa adanya…kalo Deddy, meski sok jaim tapi nggak bisa liat kamera nganggur. Langsung deh nyuruh foto.

“Foto kami ver…”“Foto pas disini Ver…”“Foto rame-rame yok…”. Pokoknya permintaan fotonya harus dilayani…(gak papa deh gue kan tukang foto keliling .!!)

Back To Air Terjun Madakaripura

Kalo boleh jujur gue belum tau apa itu Air Terjun Madakaripura. Searching di Google aja belom sempat. Jadi waktu Itenerary di bagikan ke gue, gue hanya baca rute-rutenya tanpa banyak nanya APA INI APA ITU…ntar dikira gue sedang ikutan kuis Apa Ini Apa Itu(eh, kuis itu nongol lagi di RCTI ya? Presenternya si olga Sahputra).

Sampe akhirnya, mobil melaju menuju Probolinggo menuju air terjun tadi. Karena masih satu arah ke BROMO makanya kami masukkan ke dalam daftar list tempat wisata yang wajib dikunjungi. Meski perjalanan yang kami tempuh sangat berkelok-kelok dan di kanan kiri hutan, tapi karena sepanjang perjalanan di dalam mobil, Mickie asyik nyanyiiiiiiiiii…saja. Membuat kami terhibur gitu deh.

Dalam kantuk gue, membayangkan sedang dihibur dengan penyanyi ORGAN TUNGGAL (yang sering di gelar di kampung-kampung gitu). Pokoknya kalo nggak nyanyi ya cela-celaan antara Mickie dan Irman. SEDAP banget deh liat mereka cela-celaan. Ada saja julukan nama yang mereka buat. Mulai dari Leila Sagita, Ennie Beatrick, Suzanna, Sally Marcelina, Malvin Syahnaz dan banyakkk lagi deh nama-nama artis yang berunsur bom seks jaman dulu…!!!

Perjalanan yang kami tempuh sekitar 2 atau 3 jam tidak terasa, mobil sudah LANDING saja di tempat wisata Air Terjun Madakaripura.

(Menurut guide yang memandu kami, nama Madakaripura diambil dari cerita tempo doeloe. Konon Patih Gajah Mada menghabiskan akhir hayatnya dengan bersemedi di air terjun ini. Cerita ini semakin menyakinkan gue karena adanya arca Gajah Mada di tempat parkir area objek wisata itu. Kami juga sempat foto-foto di depan arca itu)

Sebelum pertapakan menuju air terjun dimulai, kami sudah diwanti-wanti agar pake guide. Biar nggak nyasar dan nggak ribet. Ya udah…pake deh… Kemudian kami bayar guide 30 ribu (perorang). Tapi tiba-tiba aja guidenya jadi dua. Ikut satu orang guide lagi yang sebenarnya gak penting (seharusnya kami bayar 30 ribu akhirnya bayar 60 ribu plus ditodong 20 ribu lagi…sialan tuh bapak tua..!!!).

Kami pun mengarungi jalan yang bener-bener mengingatkan gue jaman SMP ikut Pramuka dulu. Kemping di tempat-tempat pemandian dan bebatuan yang berbahaya. Tapi, meski terasa sangat berliku-liku. Kami melaluinya dengan santai dan penuh canda tawa (idihhh..canda tawa kok bahasanya kayaknya bahasa TVRI banget ya?)

Sekitar 20-30 menit perjalanan menuju air terjun, dan banyak jeda istirahat karena nafas teman-teman ngos-ngosan (aneh lho…stamina gue kok kuat banget ya? Nggak ada letihnya. Seharusnya gue bisa jadi bintang iklan KUKU BIMA MADAKARIPURA kali ya..?). Padahal gue sempat diragukan sebagai anggota yang akan banyak ngeluhnya. Dan dijulukin ‘anak mall’ (mereka salah..gue bukan anak mall tapi anak pasar pagi yang selalu nongkrong di pasar pagi sambil manggul keranjang yang penuh sayur mayur heheheh…).

Kami singgah di warung yang ada satu-satunya berjualan di situ. Ada jual gorengan, teh manis, indomie. Tapi berhubung karena belom lapar, kami request gorengan tersebut dipanasin lagi, sampai kami selesai melihat-lihat air terjun akan menyikat tuh gorengan.

Pada pemandangan pertama, kami sudah terbelalak melihat AIR TERJUN yang SUMPAHHHH kereennn banget!!… Percikan air terjun yang dengan ketinggian sekitar 200 meter itu benar-benar membuat kami takjub. Karena mirip tirai putih yang panjang terurai ke bawah, sehingga setiap orang yang melintasi pasti akan basah kena percikannya. Kalau tidak siap basah harus menyewa payung (warna-warni) yang harga sewanya 5000 rupiah/payung. Tapi kalau sudah siap basah, ya, nikmati lah curahan air terjun tersebut dengan segarnya…

Kemudian, kami masuk lebih ke dalam lagi…tepatnya lebih ke ujung tempat air terjun utama. Tiba di sana gue merasakan seolah-olah kami sedang berada di dalam ruangan berbentuk lingkaran yang mirip sebuah tabung yang bergelimangan air terjun. Yang jelas, buat elo yang demen foto-foto, lokasi wisata ini wajib dikunjungi. Pemandangan untuk di fotonya sangat mempesona.

Karena sudah kadung basah, maka, kami pun membasahkan diri dengan mandi di bawah pancuran air terjun. Segerrrrrrrr banget…!!! Airnya saja sengaja kami minum karena bener-bener air dari pegunungan yang seger. Meski, menurut guide kami, kalo meminum air dari air terjun itu, maka akan membuat kami jadi awet muda…(hmm…pantes saja, setelah mandi disitu wajahku jadi mirip Shia Leabouf-Preeett…!!).

Sebagai catatan, di situ juga sering dijadikan orang-orang untuk mandi kembang, pesugihan hingga bertapa. Pokoknya yang berbau mistis sering dilakukan di situ deh. Tapi, kami nggak mikir ke situ. Kami hanya mikir kalo air terjun tersebut sangat indah dan layak dikunjungi…

Usai Mandi Dan Foto-Foto

Kami singgah ke warung tadi. Kami minum-minum kopi, teh manis dan makan indomie rebus. Gorengan yang sudah digoreng kembali kami sikat sampai tinggal tersisa beberapa saja. Terasa nikmat sekali makan di lembah nan sejuk itu. Belum lagi ibu-ibu pedagangnya sangat ramah…

Yang bikin kami kaget ketika hendak bayar makanan dan minuman yang sudah kami makan.

“Berapa mbak…?” Tanya Sari. Sambil ngitung-ngitung berapa pisang goreng, bakwan dan juga tempe, serta indomie dan teh manis, juga kopi di hitung. Si mbak lalu bilang…
“47 ribu mbak…”

Kami semua saling bertatap-tatapan. Nggak salah ngitung nih si mbak…? Soalnya gorengan yang kami makan saja sebanyak 18 goreng. Indomie yang dimakan 6 mangkok. Teh manis dan kopi 8 gelas. Kok bayarnya cuman 48 ribu saja…?

Nggak salah ngitung mbak…?”
Nggak mbak. Sudah bener kok…”

Dengan iklas Sari merogoh 50-ribuan dari dompetnya dan menyerahkan ke si mbak. Kebayang aja kalo di Jakarta ya…gorengan yang bener-bener nendang itu serta indomie dan teh/kopi, mungkin sudah merogoh kantongan kami hingga ratusan ribu. Thanks god…!!! Kemudian kami bergegas naik ke atas (tempat parkir mobil) untuk ganti baju yang sudah basah. Meski terasa letih, namun kami puas…puas dengan pemandangannya, makananannya dan keramahan orang-orang disekitarnya.

Kemudian, perjalanan kami lanjutkan ke BROMO…karena pagi subuh kami akan mendaki gunung BROMO.

Bagaimana kisah seru selanjutnya…? Tunggu saja kisahnya. Karena di cerita ketiga ini lah kami mengalami kejadian-kejadian yang benar-benar Real Adventure dan sangat di luar AKAL SEHAT kami. Karena kami harus berhadapan dengan MAHLUK-MAHLUK DUNIA lain…

Menyeramkan……!!!!

[]

Baca kisah selanjutnya (Next Episode 3 – The Real Adventure) : Losmen Angker Yang Teramat Menyeramkan


%d blogger menyukai ini: