Tag Archives: putra

[E-Book] Bunga Rampai Cerpen, Minggu Ke-VII, Agustus 2012

@Cover VII Agustus 2012

Klik gambar untuk melihat dan mengunduh

E-Book Bunga Rampai Cerpen Mingguan

Minggu ke-VII, Agustus 2012

Periode: 05 – 12 Agustus 2012


Sedaun Gugur Di Musim Semi

Oleh Dwi Klik Santosa

1

“Takkah kau lihat Kuntiku manis, baju jahitanmu telah kukenakan kini,” kata Pandu, “Tengah hari nanti sepasang raksasa, Darumuka dan Darumaya yang sorah suka mengganggu gadis-gadis yang mandi di kali itu akan kuentaskan dengan panah andalanku Pecatnyawa. …”Baiklah, kangmas. Hanya satu pesanku, setelah nanti kau lenyapkan kedua bromocorah itu, jangan tebar pesona lagi di hadapan gadis-gadis itu.”

2

Gemericik air di kali itu betapa syahdu memandu langkahku. O, o … dua gadis berkerudung itu … betapa indah lenggoknya menuruni lembah menuju sungai. Aduhai .. genitnya .. kali dan pinggul .. hmm .. seperti semangkok bubur dan lapar. Sesaat saja, “hai gadis ..” Ahai, jual mahalnya. Hmm .. “Hai kalian, bolehkah aku meng .. meng .. hanya sekedar ingin… ” .. Lalu ..”o, ya, ada apa!” “Hwarakadah! .. Darumuka! Darumaya!”

3

Diregangnya pusaka andalan Pecatnyawa. Belum sepenarikan nafas, melesat anak panah itu, mengganda menjadi dua. Dan, ujung panah yang bulan tumanggal itu pun meretas leher kepala kedua raksasa. Angin yang memantul dari kali menderu, menyisir anak-anak rambut Pandu. Sekejap mata, lenyap sosok raksasa Darumaya dan Darumuka. Hadir serta merta Kunti. Matanya nanap dan bibirnya gemetar. “Dasar, laki-laki!”

4

“Dengarkan aku Kunti,” ujar Pandu, “Engkaulah manis, wanitaku luhur yang tak pernah kuragu lagi asihmu. Jangan engkau ngambek seperti itu. Sejatinya aku tahu siapa itu Darumuka dan Darumaya.” ..”Apa!” .. “Sesekali aku ingin juga mengujimu ..”

[]

Dwi Klik Santosa
Zentha
28 Juli 2009 : 10.oo

Akulah Pandu Dewayana, putra Maharesi Abiyasa. Sejak lahirku aku dijuluki kekasih dewa. Sepanjang hidupku, mau dan mampuku kuabdikan pada perdamaian.

Kunti Talibrata namaku. Dari takdir lahirku, aku dijuluki pesona kirana dari silsilah Kuntiboja. Hanya kepada laki-laki agung, regenerasiku nanti kuidamkan, menyambung eloknya kearifan bumi manusia.


%d blogger menyukai ini: