Tag Archives: emas

[E-Book] Bunga Rampai Cerpen, Minggu Ke-VII, Agustus 2012

@Cover VII Agustus 2012

Klik gambar untuk melihat dan mengunduh

E-Book Bunga Rampai Cerpen Mingguan

Minggu ke-VII, Agustus 2012

Periode: 05 – 12 Agustus 2012


Cespen : Rambut Mio

Oleh Adhy Rical

Ini tentang Mio. Perempuan yang memiliki dua rambut berbeda. Hitam dan putih. Tidak biasa sebab yang hitam itu rambut lelakinya. Lima puluh dua tahun lalu ketika beringin depan rumah masih setinggi cucu perempuannya.

“Kenapa kau berikan rambut padaku, sayang? Kenapa bukan cincin. Tak harus emas. Besi dari badik pun kuterima.”

“Pernikahan itu indah. Kitab-kitab bilang begitu. Tapi cinta akan tertutup karenanya.”

“Apakah pernikahan harus memberimu cincin? Bukankah rambut lebih abadi? Kelak, ketika kita renta, rambutku tetap menghitam di rambutmu. Kita pun akan melalui rambut. Tentu.”

Lalu kau bercerita tentang pelukan pertama. “Jika kau memeluk pasanganmu, katakanlah ‘hangat sekali’. Jika tidak, kau harus memasak air sampai pagi.”

***

Pagi itu, Mio mengajakku ke kebun peluru. Belakangan aku tahu kalau kebun peluru adalah kuburan. Mungkin karena di sekitar kuburan terdapat jagung, kacang, dan beberapa tanaman umbi. Tapi yang lebih penting selain tujuh nisan di kebun peluru adalah Mio memiliki ribuan selongsong peluru.

“Kau jangan banyak bicara, Nak”, pesan Mio padaku.
“Hanya ambil gambar, Bunda,” bisikku.
“Tiga orang dari tujuh nisan di sini karena mereka banyak bicara. Peluru lebih peka mendengar suara tukang kebun daripada suara tukang bicara.”

“Siapa tukang bicara?”
“Sstt… tak baik bertanya di kebun peluru.”
“Tapi siapa?”
“Kami tak punya tipi tapi kami tahu, tukang bicara banyak di tipi.”

***

Kini, aku masih menyimpan rambut Mio. Tapi entah untuk siapa. Sebab rambut Mio tak lagi hitam atau putih tapi merah. Darah itu merah, Mio. Semerah darahku membesi pada kepalamu yang pecah siang tadi. Rasanya tak percaya, peluru lebih memilih kepalamu daripada tukang bicara sepertiku. []

Kendari, 2010


%d blogger menyukai ini: