Afrilia Utami

PENULIS muda ini lahir pada 03 April. Perempuan yang telah lewat belia yang mukim di Jakarta ini tergolong produktif dalam menulis. Berbagai karya telah ditorehkannya. Sejumlah sajaknya mendapat apresiasi positif dari rekan-rekan dan sejawatnya.

Menaruh minat yang besar pada dunia sastra, Afrilia juga masih menyimpan segudang atensinya buat dunia seni secara umum. Dia pun gemar bersepeda, main badminton dan tenis untuk mengisi waktu waktu luangnya. Selain media mainstream, Afrilia juga gemar “menghampiri” kawan-kawannya lewat media jejaring soal, macam Facebook atau Twitter.

Dia pun gemar membaca buku. Sebagai penyuka buku, koleksi bacaannya pun cukup menarik dan kontekstual; macam Don’t Be Sad, Harry Potter Collection, Laa Tahzan.

Ungkapan peribadinya; “Talk Less, Do More”

Berikut Kutipan Favoritnya; “I don’t belive that the woman can well belace with the mean. I only belive woman only has finesses what ins’t for the man” (Saya tidak percaya bahwa perempuan bisa disamakan dengan lelaki. Saya hanya percaya bahwa wanita hanya memiliki kehalusan yang tidak ada pada lelaki).

Rekan penulis dan pembaca karyanya, bisa mengontaknya pada surel berikut; rielcellion@yahoo.com dan utamiafrilia@yahoo.co.id

Karyanya bisa juga Anda baca di:

http://www.080907011.multiply.com/
http://www.mercusuarpost.com/?p=264
http://www.persadapustaka.blogspot.com/2010/…
http://www.situseni.com/?p=Index&r=1&s=A…

Facebook

http://www.facebook.com/kejora.hati

Tulisannya :

Juli 2010

Tamparan Bunga

With Mith (Bicara Tentang Budaya)

Surat untuk Yang Setia Tersakiti

Mizan Rinduku (Untukmu)

Tarian Dialog Senja Akan Rayu

With Mith (Kami Bicara Tentang Kematian)

Tuli!

Surat untuk Sang Pecandu Rindu

Revisi Pernik Dungu

Mengecup Ruang Rindu

Lirihmu Menyambar di Pangkal Kesadaran

Kelana Peradaban

Jejak Kisah Dibatas Cakrwala Senja

Ini Untukmu, Ayah…

Hilangmu Membakar Rindu

Coretan Edisi 26 Juni 2010

Agustus 2010

Malam Tidak Sedang Menangia, Dik

Surat Origami Untuk Sahabat Terindahku

Saka Indonesia Merah Putih (Merdeka Sudah Membisukah)

With Mith (Sedikit Berkisah Tentangmu Sebelum Kepergiannya)

Tasbihku Menari Dipelantara Waktumu

Separuh Sisa Nafasmu

Sepertiga Laju Kereta

September 2010

Terima Kasih Pak Her…

Setangkai Hujan II

Kita Sama Diam Diraut Rindu

Karya Sederhana Awal Oktober

Cafetar(i)a

Oktober 2010

Coretan Usang…

Jelas. Aku Merindukanmu… (Mith)

Ajarkan Aku untuk Lebih Memahami…

Nenek Mencoba Memahami Kanakmu, Nak…(Serupa Dialog)

Cemoohan Podium

Ladang Laut (Tentang Telaga Kembalimu Danau)

Tiga Indera Kau Salah Kata (Lupa)?

Cerpen : With Mith (Kami Berbicara tentang Mengasiani Diri)

Tourist yang Tersesat yang Menyenangkan

Jawabmu yang Entah…

Kita (Akan dan Selalu) Sahabat…