Panel Penulis

PANEL PENULIS

Panel penulis adalah panel yang memuat nama-nama penulis. Pada IFW, Panel Penulis dibedakan dalam dua kategori, yakni; Panel Penulis Tetap dan, Panel Penulis Reguler.

Tetapi, fungsi kedua Panel Penulis ini sama; untuk memudahkan kawan-kawan penulis (dan pembaca) menemukan penulis dan tulisannya.

Panel Penulis Tetap adalah panel yang ditempati oleh para penulis kawakan dan professional. Panel ini bersifat tetap. Penempatan penulis dalam panel ini ditentukan sepenuhnya oleh IFW.

Panel Penulis Reguler adalah panel yang ditempati oleh para penulis yang tulisannya dapat dibaca setiap bulannya. Tulisan-tulisan para penulis akan terekam di halaman ini dan akan diperbaharui setiap bulannya. Tulisan seorang penulis tidak dibatasi jumlahnya. Terpenting adalah telah terjadi proses berbagi pengalaman, ide dan gagasan, serta dapat dijadikan referensi bagi penulis lainnya.

Kebijakan ini sekadar untuk memudahkan kawan-kawan penulis pemula menikmati dan mengambil manfaat dari tulisan-tulisan mereka, dengan maksud untuk memperkaya pengetahuan tulis-menulis kawan-kawan penulis pemula.

Tidak ada maksud komersial terhadap tulisan para penulis dalam grup/perhimpunan ini.

Kecuali…

Jika ada penerbit yang hendak menerbitkan sejumlah tulisan yang ada di dalam blog perhimpunan penulis ini ke dalam bentuk buku, maka kepada penerbit disarankan untuk berhubungan langsung dengan penulis yang bersangkutan.

Tetapi…

The Indonesian Freedom Writers tetap terbuka terhadap kepentingan afiliasi, donasi, dan kerjasama program dengan lembaga-lembaga donor yang memiliki perhatian penuh pada perkembangan literatur populer; pembuatan buku, pelatihan kepenulisan, serta riset dan penelitian populer.

Administrator akan melakukan pelacakan terhadap berbagai tulisan terbaru dari para penulis kawakan dan professional itu, untuk kemudian di tampilkan dalam blog ini.

Administrator akan menggunakan standar literatur terhadap penggunaan material, yakni dengan tetap menyebut nama pemilik tulisan dan sumber dimana tulisan tersebut diambil. []

—————————————————————————————–

PENULIS DAN PERKEMBANGAN LITERATUR INDONESIA

***

Penulis Indonesia belum banyak. Penulis Indonesia yang bisa menghasilkan buku pun masih sedikit. Pertumbuhan buku-buku dari penulis Indonesia masih kecil ketimbang negara berkembang lainnya. Pertumbuhan penulis yang dapat menghasilkan karya buku berkualitas, akan mendorong pertumbuhan “minat baca”.

***

Orang Indonesia, sudah bukan jamannya lagi, merepotkan isu “minat baca”. Saat ini, isu itu sudah harus diganti dengan isu “pertumbuhan bahan bacaan”. Ketika kita sudah tiba di isu ini, artinya para pembaca, penikmat buku sudah waktunya merepotkan masalah kelangkaan bahan bacaan, kualitas bahan bacaan, atau pertumbuhan lembaga penerbit.

Di negara-negara maju, setiap bulannya, mereka bisa menerbitkan ratusan judul buku baru. Manuskrip dari para penulis diburu oleh penerbit, lalu buku-buku terbitan para penerbit itu diburu oleh sineas film dan kalangan intelektual lainnya, termasuk kalangan pengambil keputusan.

Tak heran, dalam posisi saling membutuhkan seperti ini, terciptalah sebuah industri ilmu pengetahuan, dan industri intelektualisme. Pertanyaannya; apa akar terbentuknya jaringan industri ini? Jawabannya adalah, perkembangan para penulis. Para penulis handal mampu memotret lingkungannya dengan baik, mampu menangkap gejala jaman, mampu menerjemahkan keinginan manusia, dalam bahasa politik-sosial-ekonomi untuk diasup para pengambil kebijakan.

Indonesia pun harus mengembangkan industri intelektualisme macam ini. Indonesia tidak bisa menunggu lagi. Tuntutan nasional, domestik, dan global, menghendaki manusia-manusia yang menguasai berbagai ilmu pengetahuan. Untuk menguasai itu semua, rasanya tidak cukup hanya dengan melalui pendidikan informal kelembagaan, tetapi harus dilengkapi dengan berbagai literatur penting. Dan, hanya penulis-penulis handal yang mampu memproduksinya.

Literatur yang dihasilkan oleh para penulis Indonesia sesungguhnya tidak sedikit. Banyak buku berkualitas dan masuk dalam kategori best seller dihasilkan para penulis Indonesia. Bahkan, buku-buku mereka sudah diadaptasi dalam bentuk film yang sama berkualitasnya. Sayangnya, penetrasi para penulis ini, sangat kurang di bidang perbukuan untuk kepentingan pendidikan. Secara kelembagaan, buku-buku pendidikan dasar dan menengah, memang sudah di-handle oleh Kementerian Pendidikan Nasional.

Saya berandai-andai, kelak ada buku berbasis pendidikan menengah atas, dan perguruan tinggi yang ditulis dengan gaya populer dengan tetap berpijak pada inti pengajaran untuk tingkatan pendidikan tersebut.

Tetapi, kehadiran para penulis memang penting untuk mengukur sejauh mana perkembangan intelektualisme di Indonesia. Secara mendasar, semua orang harus bisa mengekspresikan fikirnya dalam bentuk yang lebih kongkrit. Semua orang harus bisa mengemukakan ide dan gagasannya secara lebih rinci. Semua orang harus dapat membagi pengalamannya secara lebih terbuka. Semua penulis harus dapat menghilangkan hambatan teknis yang terkadang menjadi penghalang untuk mengekspresikan fikir, mengemukakan ide dan gagasan, serta membagi pengalamannya kepada orang lain.

Sekat pragmatis, dan hambatan teknis, akan membangun tembok imajiner dalam fikiran para penulis untuk mengapresiasikan ide dan gagasannya. Sekat pragmatis dan hambatan teknis itu harus disingkirkan, dibuang jauh-jauh.

Mulailah menulis hal-hal kecil. Mulailah membangun dasar-dasar pemikiran. Beranilah mengungkapkan ide dan gagasan. Kemudian beranjak menulis hal-hal besar. Tidak soal, apakah tulisan Anda tidak menarik perhatian orang. Sebab, intinya bukan apakah tulisan Anda itu bisa dibaca orang atau tidak, tetapi apakah Anda mampu mengapresiasi pengalaman, ide, dan gagasan Anda dalam bentuk tulisan. Awalnya, memang selalu seperti itu.

Pengalaman, ide dan gagasan seseorang tidak dinikmati hanya karena pengalaman, ide dan gagasan itu ditulis dengan teknis yang njelimet, tetapi akan lebih dipahami jika sang penulis berhasil menyampaikannya dengan cara sederhana, tidak rumit, dan mudah dicerna. Sebuah ide dan gagasan akan menemukan tempatnya jika ditulis dengan lugas.

Menulislah. Ubahlah dunia kecil Anda menjadi dunia yang lebih besar dan luas. Terbukalah dengan hal-hal baru, dengan pengalaman-pengalaman baru, dengan demikian dunia pun akan terbuka untuk Anda. Menulislah.

Sebab, sesungguhnya, tidak pernah ada yang benar-benar menyangka sebuah berlian justru muncul dari kedalaman lumpur yang pekat. []

Iklan