Tag Archives: lomba

[Buku Baru] Garis Merah di Rijswijk

Garis Merah di Rijswijk, #1

Novel: Garis Merah di Rijswijk (Trilogy #1)

Novel Unggulan Lomba Novel Republika 2012.

GARIS MERAH DI RIJSWIJK

(buku kesatu dari Trilogi Rijswijk)

Penulis: Li Loh

Penerbit: Republika, Juni 2012.

ISBN: 978-602-759-504-0

Harga : Rp. 57.500,-

Dapatkan di Toko Buku Gramedia

atau Hub. Penerbit Republika (Rida) di: 021-7803747 (ext. 103)


Hari ini Kulepaskan Kau Dari Hatiku: Ikhlas

Oleh Ade Anita

Hari ini kulepaskan kau dari hatiku

Perih

Sakit

Itu pasti dan kamu tidak pernah tahu bagaimana sengsaranya rasa itu bagi hatiku

Seandainya kamu tahu, sayang

Semua akan aku lakukan untuk dirimu, hanya untuk dirimu

Bahkan seluruh cita-cita terbesarku adalah untuk melihatmu bahagia

Bahkan seluruh peluh akan aku peras untuk mewujudkan semua mimpimu agar bisa jadi kenyataan

Bahkan seluruh darah dalam nadiku, akan aku pompa agar kau bisa senantiasa ceria

Ya Tuhan, betapa besar keinginanku untuk dapat memilikimu,

memelukmu agar senantiasa dekat dengan hatiku

merasakan denyut jantungmu

Lalu bersama kita akan melalui hari bersama-sama

Menerjang badai galau yang sering menghadang

Menebas duka yang sering melintas

Lalu meraih tawa dan merajut bahagia bersama

Aku tidak akan pernah lupa untuk memancing di telaga ceriamu

Agar suara tawamu bisa senantiasa mewarnai hari-hariku

Lalu memanah matahari, agar senantiasa bisa mencerahkan rumah kita

Setiap malam, aku tidak akan pernah lupa memetik bintang agar bisa menghiasi dinding malammu yang gelap

Tapi siapa yang bisa melawan takdir yang telah digoreskan?

Hari ini kulepas kau dari hatiku

Berat…tapi insya Allah aku sudah ikhlas

Semata karena aku cinta padamu

dan yakin, Dia lebih mencintaimu

Selamat jalan cinta

[]

Catatan kaki Ade Anita :

Notes ini ditulis dalam rangka ikut lomba menulis puisi dengan tema “Hari ini kulepaskan kau dari hatiku”.

Behind the story; sebenarnya enggan ikut lomba ini, karena temanya bisa menimbulkan perang dunia ketiga…(hehehehe), tapi, tiba-tiba aku pingin nulis ketika sedang menyusun sesuatu dan tiba-tiba ingat kenangan ketika keguguran dahulu. Jadi, tulisan ini didedikasikan untuk calon anakku yang tidak jadi lahir. Bukan untuk siapapun. Jika ada kesamaan nama atau kejadian, itu hanya kebetulan.


Tungku

Oleh Adhy Rical

hutan menghujan di pondidaha
ada api dalam mulutnya
dan perempuan menyiapkan tungku
dalam gaun, menjadi tanah liat
: akulah anak rotan dan sagu

kau boleh tancapkan batang-batang pisang
setelah perawan tak lagi kesumba
seperti ayam mengepak pasang
yang memburumu berlomba-lomba

kau boleh datang berkaca
dengan perkasa dan perjaka
akan kutanak candu
agar mautmu dingin dalam tungku

Pondidaha, 2010
[]


%d blogger menyukai ini: