[Puisi] Tuhan

Oleh Andika

 

Ia berjalan menyusuri jalanan panjang
Aku dibawa bersama dengannya
Digendong tepatnya
Sambil dielus-elus
Jalannya cepat, gelisah
Setiap bertemu orang, ia berhenti
Lalu bertanya, “Tuhanmu siapa?”
“Tuhanku uangku,” jawab si lelaki necis. “Ia berikan aku kenikmatan dan kebahagiaan.”
“Tuhanmu siapa?” tanyanya lagi. Sekarang pada gadis pesakitan.
“Tuhanku obatku. Ia yang membuatku tidak lagi sakit kepala.”
“Tuhanmu siapa?”
“Tuhanku atasanku. Ia yang menggajihku.”
“Tuhanmu siapa?”
“Tuhanku pengetahuan. Ia memberikan alasan-alasan rasional.”
“Tuhanmu siapa?”
“Tuhanku aku. Aku yang menentukan jalan hidupku, tidak bergantung pada siapapun.”
Terus ia tanyakan itu sampai tak ada satu pun yang ia temui.
Langkahnya pun terhenti. Tangannya juga tidak lagi mengelus-ngelus tubuhku.
“Lalu Tuhanku? Ke mana harus aku cari Tuhanku?” ia bertanya lemah.
“Ah!” ia memekik. “Aku baca saja Al-Quran. Kalau baca itu, katanya aku bisa merasakan Tuhan, bisa menemukan Tuhan. Aku baca itu saja. Mungkin aku bisa merasakan Tuhan, menemukan Tuhan. Ya push?”
“Miauuuu…”

Bandung, Kamis, 13:46 wib


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: