[Buku Baru] Tempias di Beranda

Penulis: Saut Poltak Tambunan * Penerbit: Bestari * Halaman: 176 halaman * Dimensi: 14 x 21 cm, soft cover * Harga: Rp 35.000,-

Cuplikan “Tempias di Beranda

……

Sayang Niken meninggal ketika melahirkan Bimo, anak pertama mereka. Niken dan Weni – Selalu saya ingin menandai 28 Agustus dengan buku baru. Kadang gagal. Kali ini…! Adiknya berbeda seperti air dan api. Niken santun religius, sebaliknya Weni bergaul sangat terbuka. Weni tahu benar menikmati kecantikan dan kemudaannya.

Mertua Indra ingin Weni ‘naik ranjang’ menggantikan Niken jadi isteri Indra. Bagi Weni itu kuno dan merampas haknya untuk memilih jalan hidup sendiri. Ia ingin mewarnai dunianya sendiri dan tidak mau mewarisi jalan pilihan Niken.

“Aku tak bisa menggantikan Mbak Niken. Dia itu malaikat. Aku bukan,” tegas Weni.

Weni mengajak Indra bergabung dengan teman-temannya ‘dugem’ di club. Weni pamerkan kebebasannya, menari-nari mengumbar sensasinya. Sengaja, agar Indra berpikir berkali-kali sebelum meneruskan perjodohan itu. Sebaliknya darah muda Indra justru bergolak: Salahkah aku jika cemburu?

Sejak itu Indra selalu mencuri-curi memperhatikan Weni. Konyolnya, Weni justru sengaja memamerkan kemesraannya dengan pacar-pacarnya. Indra merasa jadi ilalang kering yang dibiarkan terbakar sendiri.

Tiba-tiba Indra yang berprofesi sebagai dosen, terpikat Helen – mahasiswinya dan mengajaknya menikah. Mertua Indra terpaksa setuju, karena Weni sudah tegas menolak ‘naik ranjang’.

Ternyata Bimo anak autis – hyperaktif. Keras kepala dan tidak terkendali. Anak 4 tahun itu selalu menjadi sumber pertengkaran antara Helen dan Indra. Puncak pertengkaran, Helen pulang ke orang tuanya.

Indra terpuruk ditinggal Helen. Weni muncul ke rumahnya dengan masalah lain: Ia hamil. Bahkan tidak tahu lelaki mana yang harus bertanggung jawab!

Indra yang sedang depresi, dihadapkan pada gadis yang selama ini hadir dalam fantasinya. Gadis yang selama ini menyulutkan api lalu membiarkannya terbakar sendiri bagai ilalang gurun.

Selasar Pena Talenta, 28 Agustus 2011

**

Saut Poltak Tambunan. Telah dikenal sejak tahun 1970an sebagai penulis dengan karya-karyanya yang tersebar di berbagai media, koran, majalah ibukota, seperti Femina, Kartini dan lain-lain.

Kali ini ia kembali menerbitkan novel yang menyajikan konflik keluarga dan rumah tangga yang melibatkan tokoh-tokoh sentral cerita seperti Indra, yang baru saja ditinggalkan istrinya, Niken, meninggal setelah melahirkan dan adik istrinya, Weni. yang berperilaku bebas dan energik, tipikal gadis kota besar.

Novel ini menarik terutama bagi kalangan perempuan yang melibatkan emosi pembacanya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: