[Buku Baru] Perempuan di Balik Kabut

Segera terbit sekumpulan cerita, karya Susy Ayu “Perempuan Di balik Kabut“. Kata pengantar: Seno Gumira Adjidarma. Tebal 122 halaman.

Spesial: Bagi 100 pembeli pertama mendapatkan bonus satu buku Kumpulan Puisi Susy Ayu “Rahim Kata-Kata” (2010).

Harga pre-launching Rp. 40.000,-  dengan tandatangan pengarang. (belum termasuk ongkir).

Pesan sekarang. Hubungi segera akun Facebook Susy Ayu. Tersedia di TB Gramedia pada November 2011.

**
Simak Sejumlah Cuplikan Berikut:

Setangkai Lily dari Peking.

“Pacaran kamu sekarang sama pribumi?” Suatu hari papa menegurku dengan keras di depan rumah ketika Iwan baru mengantarku pulang dari pameran photography. Aku tidak diberinya kesempatan bicara.

“Berapa lama kamu ngabisin duit orang tuamu? 18 tahun? 19 tahun? SMA kamu sudah minta mobil kalo kuliah kamu minta apa? Ganti mobil yang ada tvnya sekalian? Kamu kuliah taruh kata 7 tahun, 3 tahun kamu habiskan di diskotik dan di pusat pertokoan!” Papa tidak berhenti bicara, kemarahannya ditumpahkan pada Iwan.

“Itu untung kalo kamu nggak narkoba. Kalo kamu narkoba, mabuk, ketagihan…orang tuamu akan menghabiskan puluhan juta lagi untuk mengirimmu ke rehabilitasi. Dikira saya tidak tahu? Terus berapa juta lagi untuk mobil baru biar perasaanmu senang, biar kamu lupa sama narkobamu itu? Kalo kamu lulus jadi insinyur, itu udah untung banget. Kamu akan tetap dibayar untuk bikin diskotik dan mall baru agar anakmu bisa belanja lebih gila-gilaan lagi. Generasi apa kamu?”

(dimuat di Minggu Pagi, KR,Yogyakarta)

**
Antara Jalan Tol dan Tepi Pantai

“Apa yg kamu inginkan kemudian?”

“Aku ingin bercinta dengan orang lain di pantai..bukan denganmu! Ini impian terindahku, tapi nggak adil, mas sudah merasakannya bersama orang lain. Perasaan kita nggak seimbang, aku nggak mau..nggak mau!”

“Pilihlah lakilaki lain, bilang kalau kau sudah, dan segera kita wujudkan impianmu itu: bercinta di tepi pantai dengan lakilaki yang paling kau cintai. Ah, kau cintaikah aku. Begini caramu perlakukan cinta kita? Dan kau tahu obsesi percintaanku yang belum pernah terwujud denganmu? Di mobil, di pinggir jalan tol! Aku juga akan melakukan hal yang sama. Ini adilkan, sayang?”

(dimuat di harian Fajar, Makassar)
**
Rahasia Hati

Aku berada di sebuah kafe sesorean dan semalaman tadi, di hadapanku secangkir kopi amat pahit, sejumlah gadis melintas, slender, wangi, mengkilat seperti porselen yang rapuh namun jelita seperti boneka. Gerimis di luar, kupikir mungkin aku kesepian. Aku merasa seperti seekor laron, memburu hangat dan cahaya lalu membentur bentur dinding kaca untuk kemudian mati dalam bahagia.

Ketika kunyalakan rokok, kau melintas di antara ujung rokok dan korekku yg menyala. Di manakah kau? Setelah hembusan pertama kusadari ketololanku, kau ratusan kilometer dariku dalam sebuah rumah dimana kutinggalkan kau dgn sederetan tanya yang panjang.

(dimuat di majalah KARTINI)


**


Nota Perkawinan

Cuma senggama yang bisa menghasilkan gerakan lebih baik dari ini. Beberapa di antaranya mengingatkanku pada itu. Punggungnya melengkung ke atas ranjang, matanya membeliak dengan setetes air mengambang di sudut matanya, dan cengkeraman jari-jarinya. Kurapatkan kedua kakiku mencari sesuatu. Ah, sungguh tidak sopan kataku dalam hati. Tapi aku tidak sanggup menahankan perasaan ini, meskipun aku seorang istri baik-baik. Dan di usiaku yang ketigapuluh enam, susuku masih sekencang delima, hanya saja dengan suami megap-megap macam ini aku merasa agak tersinggung. Tapi ia sekarat, aku bisa melihatnya. .

(dimuat di harian Suara Karya)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: