Lahir sebagai Pecinta

Oleh : Julia Napitupulu

 

 

Wanita itu seorang pecinta… 

Ia jatuh cinta seketika

pada segala senandung berbunyi jujur

Cintanya mengubah warna usang

Menjadi secerah pelangi menutup sewindu kemarau

Melumuri ‘biji mata’nya dengan cinta

Bunggah mengenakan milik kekasihnya

dan memelihara jejak bau nya

Bibir-bibir mencibir padahal mata mereka terpesona

melihat semangat cintanya bercermin

Bak pipi perawan berkenalan dengan perona

Tak mengejar peraduan sempurna, karena:

“Aku hanya perlu di sekitarmu,” ujarnya selalu berbinar Cinta

Ia jatuh cinta seketika

Pada kehidupan dan sensasi menerima napas

Yakin miliki 1000 tahun lagi

Untuk belajar musik, masak, dan terbang mengangkasa

“Aku mau jadi apa pun…hingga komplit untuk mu…”

 

Wanita itu seorang pecinta… 

 

Ia menjadi candu seketika

kepada geliat otot kekasihnya

Menjadikan raganya taman bermain

dan riang mencicipi wahana demi wahana

yang tiap kali terasa baru baginya

Bagaimana tak auranya cinta nya menghangatkan hati yang dicinta?

Tak butuh mengurai masa, hingga kekasihnya terbakar cinta…

 

Segera saja, wanita itu menjadi KECINTAANnya…

[]

Jakarta, Kamis, 7 Juli 2010, 09.45 WIB

 

P.S.:

(*) to a Gentleman who always call his wife as: a LOVER…my Dear Om Dasrah…like U said to me, remember: “she’s been like a ‘ONE STOP SHOPPING’ for me” ..hope she’s rest in peace, miss her too.

(*) this writing is also dedicated to all CHOSEN LADIES, everywhere…

 

Julia Napitupulu

Lahir di Jakarta, 8 April 1974. Ibu dari Willi (putra, 7 tahun), dan Abel (putri, 6 tahun). Misi terbesarnya adalah menjadi pengajar. Setelah resign sebagai pelatih (psychology) di HR Consultant, Julia kini aktif bekerja sebagai pelatih di bidang Soft Competence dan Assessor Recruiting & Assesment karyawan, serta Konselor tes minat-bakat anak. Julia juga punya bejubel aktivitas, yakni Singing Pianist, Presenter Radio, MC. Menulis baginya adalah bentuk theraphy baginya untuk bisa melihat lebih jernih, dunia di luar dan dalam dirinya. Sebagai trainer, Julia kerap menggunakan metode menulis dalam proses kepelatihan; dalam bentuk studi kasus, kuis, skrip roleplay.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: