Hanya Sekali dan Tak Pernah

Oleh : Julia Napitupulu

Tanya jawab ini terjadi antara Dia dan Setengah Jiwanya…saat perpisahan yang nyata tak terelakkan lagi…dan waktu untuk melihat wajah terkasih itu tinggal sehirup nafas…

“Katakan…Berapa kali dalam sehari aku melintas di pikiranmu?”

“Hanya sekali…karena sesungguhnya kamu tak pernah keluar lagi…”

(Setengah Jiwanya resah, letih menggali kebenaran di sepenggal waktu tersisa…)

“Berapa kali kamu menginginkan ku dalam sehari…?”

“Hanya sekali…karena sesunguhnya ku tak pernah berhenti menginginkanmu…”

“Pernah kah kamu memimpikanku..?”

“Tak pernah…bersamamu aku tak perlu bermimpi…untuk apa? Realita jauh lebih indah…”

“Apakah kamu masih membayangkan kita ada di rumah itu..?”

“Tak pernah…tak pernah lagi…”

“Kenapa..?? Karena rasa itu sudah hilang…?”

“Karena aku hanya tinggal belajar menerima untuk hidup tanpamu…”

(…mutiara mengalir dari mata kanak-kanak itu…)

“Apakah rasa mu padaku nanti akan sirna..?”

”Apakah matahari bisa berhenti bersinar..?”

(Waktu kita habis Sayangku….mereka sudah menunggu menjemputmu…)

”Apakah…”

“Apa pun tanyamu, jawabku cuma dua: Hanya Sekali…& Tak Pernah…”  

“Bagaimana dengan Selalu..?”

“Aku setuju…jadi untuk kita hanya ada empat bahasa: Hanya SekaliTak PernahSelalu…dan Selamanya…”

(Kedamaian merebak di mata yang selalu menjadi warna-warni harinya itu…)

“Ini cuma tubuh ku…”

“…Aku tahu…yang lain tertanam di dalamku…”

(Pria itu menabahkan hatinya dan menyatukan tangan mereka…mendekapnya di dada…)

Lalu napas panjang itu membawa ‘kesayangan jiwanya’ pergi…hanya sekali tarik, dan Ia tak pernah kembali lagi..Tapi selalu dan selamanya, dia melanjutkan hidup yang sungguh ‘hidup’ bersama segalanya yang telah tertanam indah…di jiwa.

Jakarta, 4 Juli 2010

Catatan kaki:

Betapa ‘Kepulanganku’ nanti dipenuhi Cahaya dan Cinta….

[]

Julia Napitupulu

Lahir di Jakarta, 8 April 1974. Ibu dari Willi (putra, 7 tahun), dan Abel (putri, 6 tahun). Misi terbesarnya adalah menjadi pengajar. Setelah resign sebagai pelatih (psychology) di HR Consultant, Julia kini aktif bekerja sebagai pelatih di bidang Soft Competence dan Assessor Recruiting & Assesment karyawan, serta Konselor tes minat-bakat anak. Julia juga punya bejubel aktivitas, yakni Singing Pianist, Presenter Radio, MC. Menulis baginya adalah bentuk theraphy baginya untuk bisa melihat lebih jernih, dunia di luar dan dalam dirinya. Sebagai trainer, Julia kerap menggunakan metode menulis dalam proses kepelatihan; dalam bentuk studi kasus, kuis, skrip roleplay.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: