Lorong

Oleh Shinta Miranda

 

di sini setelah banyak tentara datang serombongan

setiap lorong yang pernah sepi telah bercabang dua

warung warung rendah atap berdiri berhimpitan

tak tentu tegaknya sebab bukan buatan arsitek

dengan kamarkamar berjendela satu yang akan terbuka

bila ranjang di dalamnya belum tertutup dua badan

 

di sini sebelum banyak tentara datang serombongan

lorong lorong yang cukup besar adalah perantara kaki

menuju pasar tempat orang berbelanja setiap hari

tempat anakanak bermain dengan aman dan nyaman

tempat manusia berpapasan dan saling bersenyuman

 

di usia remaja tetap kulewati lorong yang semakin becek

bising dengan lengkingan lagu dangdut dan cekikik perempuan

bau minyak wangi murahan bercampur sayur busuk menusuk

semua hidung belang yang katanya main perang-perangan

pangkat rendahan, supir angkot, kuli angkut pasar,penjudi

copet kesasar yang lari dari kejaran mantri pasar badan besar

 

aku bergegas menuju tempat ini setelah bertahun kupergi

berita di televisi mengatakan sebuah lokalisasi kumuh

dilalap si jago merah dan penghuninya berhamburan

saat aku tiba di tempat kupernah ada dan kebingungan

seorang perempuan yang hanya berkutang pada dadanya

terisak-isak sambil menyumpah serapah tak rela berserah

 

katanya pemerintah kota sengaja membakar

melalui orang orang yang katanya bermarifat

sebab maksiat tak pernah datangi manfaat

itu alasan sebuah sejarah mestilah tamat

 

aku mencari ibuku di tempat ini

aku mencari tentara yang membawa ibuku

ke tempat ini

 

[]

2010


Shinta Miranda

Penyair ini sangat produktif menulis puisi dan cerpen. Sejumlah puisinya sudah dibukukan dalam dua antologi; 1) Antologi 9 Penyair Wanita: Perempuan Dalam Sajam; 2) Merah Yang Meremah. Shinta kini bermukim di Jakarta.

Iklan

One response to “Lorong

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: