Potret Perak

Oleh Afrilia Utami

 

Ada yang datang

Dengan langkah terpapar lancang

Membekal segelas malam pada ilalang

Dibawa hilang.

Dua matanya lupa dikancingkan kemarau

Suara-suara datang. Paling lantang. Dari sunyi

Paling tak ku kenali.

Telinga menjadi tiga dikasir penjaga

Brankas emas, ingat kau semakin cemas

**

Ada lembah paling rawa pada kaca buram.

Lampu-lampu jalanan berwajah perak.

Semu. Potret dinding berwarna gading. Dilalui

Dermaga senja disewaktu pintu terbuka.

Tanpa,

Kunci. Tanpa ada diri.

 

[]

11 November 2010

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: