Merenungkan Ganesha

Oleh Dwi Klik Santosa

 

Terlahir ningrat serba terhormat .. Bah!
Aku yang bodoh ini kosong
Tawaku hanya hiburan kecil di kala penat
Senyumku ompong ambisi yang bolong
Makanku rakus tak kenal kenyang
Cela, hina, umpat, serapah manis kucerna
Selegit madu tekad ini mencari
Mana arti? Apa makna?
Mestikah kepala tunduk dan merasa penuh
Heeeii …. Aku haus. Aku lapar
Makan tak lekang asin. Minum tak jengah pahit
Dungu itu bernama AKU
Buntet itu melolong bersama koar mulutku yang begar
Ambisi yang konyol dan gombal
Kantongku yang besar bersesak ilmu
Hahaha ……

 

[]
Gadog, Megamendung
23 Oktober 2010
: 21.56


GANESHA. Makhluk agung. Lugu. Membocah meremaja sepanjang waktu.
“Aku tak kenal megah pada akuku. Marah hanya seperluku. Heeeii … makhluk gombal pengaku penguasa kepandaian dan kehebatan … Kutara ini bergetar-getar, bukan atas nama mauku.”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: