Lalu Bagaimana Aku, Kekasih

Oleh Syaiful Alim

 

 

Bagaimana aku mampu mencintaimu, Kekasih

bila biji gandum yang kutanam di sawah tak tumbuh

biji gandumku dicungkili serdadu, diganti peluru

sungguh, apa yang kusuguhkan agar kau tetap tegap tegar

 

Bagaimana aku mampu menyayangimu, Kekasih

bila siang begitu panjang, malam takut datang

api amunisi lebih terang dari api matahari

bukankah malam adalah waktu dendang dentang.

 

Bagaimana aku mampu merinduimu, Kekasih

bila sajak-sajakku di Koran pagi tersisih

tergencet oleh berita bom bunuh diri dan kawin-cerai selebriti

bukankah bait-bait puisiku itu baiat rubaiyat buatmu.

 

Bagaimana aku mengasihimu, Kekasih

bila penguasa senantiasa menyisihkan asa Rakyat

politik cuma pola polah licik memetik kursi

dan kami bersedu sedan makan nasi basi.

 

Bagaimana aku manunggaling padamu, Kekasih

bila bencana silih berganti

gempur lumpur, gempar merapi, tampar Stunami

lempar saja diri ini ke sunyimu, tapi…

 

Bagaimana aku mampu membawamu ke surga, Kekasih

bila neraka ada dimana-mana

ayat-ayat suci Tuhan diperalat untuk menumpuk mayat

berapa kali kita kan melayat bersama lalat.

 

Bagaimana aku mengajakmu ikut berperang, Kekasih

bila senjata yang kita punya adalah welas asih

menyembelih hewan kurban saja pikir ribuan kali

apalagi menumbangkan hidup manusia di bumi.

 

lalu

bagaimana

aku

?

 

 

2010

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: