Aku Suka Hujan

Oleh Ade Anita

1. Satu

“Aku selalu menyukai hujan.” Itu yang aku katakan pada banyak orang.

“Kenapa?” Dan itu yang banyak orang tanyakan padaku.

“Karena hujan punya punya ritme tersendiri yang romantis. Dimulai dengan suasana teduh, lalu mendung, lalu hujan pun turun. Dan ketika hujan mereda, ada matahari yang malu-malu mengintip, hingga pelangi harus menurunkan tirainya agar malu matahari tidak tersingkap dengan cepat.”

 

2. Dua

“Tapi sekarang cuaca sering ekstrim tidak terduga. Siangnya panas terik bukan main, tapi sesaat kemudian hujan turun dengan deras. Apakah kamu masih menyukainya?” Itu yang kamu tanyakan padaku.

Membuatku terdiam lalu menengadah ke atas.

Mencoba membaca awan, membaca warna langit.

Aku suka warna biru.

Aku suka warna putih.

dan Aku juga suka warna kelabu yang itu.

“Ya, aku tetep suka hujan. Karena hujan bisa menghilangkan debu di atas batu. Aku selalu berdoa, agar begitulah Allah menghapus dosa-dosaku yang panjang tercecer di sepanjang jalan berbatu yang telah aku lewati.”

 

3. Tiga

“Bagaimana jika pelangi tidak pernah muncul setelah hujan berhenti?”

Aku kembali menengadahkan kepala ke atas dan menatap langit yang luas,… amat sangat luas.

“Tidak mengapa. Keindahan kan tidak selalu muncul di akhir sebuah pertunjukan.”

Ada awan yang berarak datang berbentuk perahu di hamparan langit yang kutatap

Di belakangnya ada juga awan kelinci, ikan, hati, bulatan, serta… awan yang berbentuk senyuman.

“Tapi ada sesuatu dalam kalimatmu yang salah.” Aku berhenti menatap kemegahan langit yang luas…. amat sangat luas.

“Jangan pernah menggunakan kata tidak pernah. Pelangi selalu muncul  selama matahari tidak terlambat datang menjenguk.

 

4. Empat.

“Ayo, kita pulang.”

“Tapi masih hujan. Kepalaku sering pusing jika kena hujan.”

“Katamu suka hujan.”

“Iya, aku tetep suka hujan. Tapi kan bukan berarti bisa langsung melebur jadi satu karena rasa suka itu.”

“Kalau suka, cinta, seharusnya tidak merasa berat jika ingin bersamanya.”

“Tidak. Aku tidak mau kehilangan diriku sendiri hanya karena rasa cintaku yang egois. Jika bersamanya akan membawa derita dan nestapa yang panjang, kenapa harus dipertahankan? Cinta kan tidak harus membawa derita. Cinta seharusnya membawa bahagia.”

“Sudah, ayolah. Hujan mulai mereda. Kita bisa pakai payung berdua.”

“Ya… aku suka berjalan berdua di bawah payung bersama dirimu.”

“Jadi, kamu suka hujan atau suka diriku?”

(sst… tidak usah kujawab, kamu selalu membuatku ingin tersenyum kegirangan)

“Lihat, ada pelangi di atas kita.”

“Mana? Ini kan malam hari.”

Lalu aku menengadah ke atas, menatap langit malam yang luas terhampar… amat sangat luas

Dimana terdapat bulan purnama yang bercahaya penuh dengan amat cantik

Awan hitam pun tidak percaya diri untuk menyambanginya

Rintik hujan yang masih tersisa berubah menjadi butir berlian yang menjadi gaun malamnya

“Lihat.. ada pelangi di seputar bulan.”

“Oh iya… aduh. cantiknya. Subhanallah. Aku ingin terbang kesana… aku ingin memilikinya.”

“Jangan, nanti aku tidak bisa dekat dengan dirimu lagi.”

(duh, kenapa kamu selalu bisa membuatku tersenyum kegirangan)

 

5. Lima

“Ini… untukmu.”

“Apa?”

Lalu aku melihat gambar bulan yang dikelilingi pelangi malam di kamera handphonemu.

“Waaa.a….. subhanallah… cantik banget. Kapan ngambil fotonya?”

(duh, kenapa kamu selalu bisa membuatku tersenyum kegirangan… tapi kali ini sudah bercampur amat bahagia… bahagia yang amat sangat luas.)

[]

 

Catatan Kaki Penulis :

From my own status: Ade “malam ini, bulan purnamanya indah banget..ada pelangi yang mengitarinya….amazing. please take a look. (Fri, 22 Oct 2010 15:11:01 GMT)”

gambar bulan di bawah ini aku ambil dari web orang lain.


Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: