Pandangmu Setajam Pedang, Aku Demam Meradang

Oleh Syaiful Alim

 

 

Dari mana datangnya Cinta

dari air mata ngalir ke Jiwa.

 

Beginilah jadinya sejak aku tak beranjak

dari menatapmu: meratap di rumah beratap daun kelapa

matamu mengendap di kepala, dekap zikir ganjil genap

terang gelap melindap, dan kau menyelinap lewat angin gawat

menginap dalam ruang yang tak lagi lengkap.

 

Ah, pandangmu setajam pedang, aku demam meradang.

 

Baiklah, bisikkan aku gemerisik dedaun bakau

atau gemericik air danau, agar telingaku mendengar risau

dan lidahku terasah mendesah kau.

 

Jangan sudah, lidahku masih basah. Risih resah belumlah tersisih.

Jemari tengadah, menagih asuh asih. Rusuh belum juga terbasuh.

 

Aku panggil kau sambil memanggul gigil.

Aduh, masygul, ingat gulma dan semak yang degil.

 

Aku ulang, Sayang: Ah, pandangmu setajam pedang, aku demam meradang.

 

Dari mana datangnya Rindu

dari jarak dan kehendak sepahit empedu.

 

Duh, harus berapa air mata kuseduh.

Lebih baik dada tercabik badik dan mengaduh.

 

Aduhai, betapa rindu bagai lindu

mengguncang tubuh hingga rubuh.

Aku tabah walau galau rebah

ah kau semanis madu lebah.

 

Hai, aku belum lihai kelabui rindu

apalagi cium bibirmu begitu syahdu

bolehlah kapan kukecup kau sambil tersedu.

 

Sempatkanlah ke tempatku walau tak tepat waktu.

Aku berjaga di sepertiga malam yang muai mulai masam.

Padamkan dendam yang sering terpendam.

Oh, hidup yang berujung pada makam.

 

Sayang, dari mana aku datang

dari rahimmu yang terbentang.

 

 

Mekah Al-Mukaromah, Saudi Arabiya, 19 Oktober 2010.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: