Hinggap di Bibirmu Kembang Tanjung

Oleh Syaiful Alim

 

 

Hinggap di bibirmu kembang tanjung

aku gagap mendekap detak jantung.

 

Oh, inikah rekah hidup itu?

 

Lihat, lumut memeluk batu.

Cinta pun tumbuh

membalut luka tak kunjung sembuh

harus berapa subuh basuh rusuh tubuh?

 

Oh, labuhkan. Perahu sobek layar.

Oh, tabuhkan. Gendang koyak dengar.

 

Bibirmu. Bibirmu. Bibirmu.

Bibirmu. Bibirmu.

Bibirku.

 

Lagikan kecupmu, pintamu.

Cukup, kataku.

 

Sebab mustahil bibirmu kembali kuncup

jemariku jahil, cipta puisi Cinta seisi degup

agar mekarmu tak redup.

 

 

Mekah, 23 Oktober 2010.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: