Cinta Tak Kenal Fana

Oleh Dwi Klik Santosa

 

(dari nukilan Smaradahana)


pada murka tatap syiwa yang nyala,

melepuh dalam sekejap raga kamajaya.

jasadnya hancur sebagai abu.

“wahai, jilmakan aku sebagaimana jantanku.”

isak ratih menembus kobaran gahar.

merahnya merah padam.

redup matanya menjatuhkan bulir-bulir.

rinai itu menetesi.

menyatukan abu yang berserak

menjilmakan lagi sosok dewa cinta.

”aku malu kepada kalian.”

sebongkah gunung batu

leleh kembali ke asalnya yang profan.

 

zentha

1 november 2010

: 17.2o



Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: