Abu Disegelas Gerimis

Oleh Afrilia Utami

 

Gerimis.

ketika suara-suara

Saling berkicau lara. Menjelang

Dinding-dinding jelagad langit runtuh.

Kemanakah harus kuselamatkan pecahan waktu?

 

Sementara aku terkaca dikesunyian

Mendzikirkan, mengapa aku lupa berdo’a

Menteorikan caraku hidup, menafkahi keinginan,

Tapi aku lupa berkabar tentang nanti. Bagaimana cara

Menghidupi matiku.

 

Ada yang ingin kucari dibawah gerimis ini

Mengapa langkahku terlalu tua menjejak dikotamu

Disamping lampu lalu lintas ada bocah sambil gerah

Menjajani lapar kebodohan dengan segumpal iba.

diperut derita yang kutegur dengan sekoin harta

 

“Maaf kami memang pengumpul harta recehan, Nona. Tapi

Sampaikanlah pada orang yang berada di gedung-gedung angkuh itu.

Bahwa kami pun sama ingin berteduh”

 

Seperti meneguk abu digelas gerimis.

Gelap begitu lekas berwajah nisan.

 

[]

23 Oktober 2010

Iklan

One response to “Abu Disegelas Gerimis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: