Putri dan Mahkotanya

Oleh Ade Anita

Ada keributan yang cukup sengit di rumahku. Suara teriakan saling sahut menyahut. Nada amarah kental tersembunyi di dalamnya. Pertikaian hebat pasti sedang terjadi.

Aku tergopoh-gopoh berlari menghampiri. Jantungku berdebar-debar, khawatir peperangan memecahkan suasana damai yang telah tertata. Apa jadinya dunia jika peperangan sudah merambah ke dalam rumah kita sendiri? Ini tidak boleh dibiarkan. TIDAK. Semua harus dihentikan

“Hei… ada apa ini? Kenapa saling teriak satu sama lain?”

Aku langsung bertanya pada dua orang putriku yang saling berhadapan. Wajah mereka tegang, bibir mereka cemberut. Hawa kemarahan telah memenuhi seluruh isi kamar.

“Itu bu.. Hawna! Dia mengaku bahwa dia seorang Princes.. padahal kan dia bukan ya?”

Anakku yang nomor dua (11 tahun) menunjuk adiknya dengan kesal. Sebaliknya adiknya, Hawna (4,5 tahun) langsung membantah dengan garang.

“Tapi aku memang Princes!!!”

“Bukan!”

“Iya… aku seorang princess!!!”

“Apa buktinya kamu seorang princess??”

“Itu.. di pintu kamarku ada gambar tempel princess, berarti aku memang Princess!!”

“Itu cuma gambar tempel.. Mbak Arna yang beli di abang-abang gopek.”

“Tapi aku punya mahkota, berarti aku princess!!”

“Ya ampun deh, itu mahkota di abang-abang juga, harganya cuma seribu.”

Huh… Ini mah peperangan konyol… Buat apa diladeni. Aku menggeleng-gelengkan kepala

Dasar anak-anak… aku saja yang jelas-jelas Ratu diam-diam saja… eh, mereka pakai ribut!!

[]

Catatan Penulis :

Dan hingga detik notes ini ditulis, salah satu dari mereka masih tetap bersikukuh bahwa dia seorang Princess. Salah seorangnya malah mulai memprovokasi pihak ketiga untuk turut serta: “Ayah… ayah jadi raja mau kan?”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: