Memanah Rembulan

Oleh Dwi Klik Santosa

-wayang foto batik-

“Panah rembulan itu untukku, Pangeranku.”

“Kenapa harus bulan itu?”

“Aku ingin belajar keteduhan darinya.”

“Kenapa harus dipanah?”

“Adakah cara lain untuk meraihnya?”

“Kejujuran dan keteguhan hatimu adalah niscaya.”

[]

zentha

4 februari 2010

: 15.28

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: