Gambuh Kayungyun

Oleh Dwi Klik Santosa

 

dalam hidupku: buku-buku adalah embun. benarkah?

 

Amberat tyas kayungyun// Nalikane ing driya wus gambuh// Paripaksa tumambuh adheping dhiri// Nadyan adoh yen kadulu// Nanging caket jroning batos

Terdorong niat yang menekan. Ketika hati sudah memberontak. Seperti itulah, tercermin pada kenyataan diri. Meski jauh senampaknya. Namun teramat dekat di dalam batin.

+ + +

Menerawang gerak zaman, membaca dinamika peradaban. Menggladi pikir, melaku cita dalam kesahajaan. Apakah ilmu itu? Untuk apa pengetahuan?

Buku-buku yang tertata di rak-rak. Pun yang berserakan di box-box sebagai pajangan, akankah kelak memancar-mancar sebagai intisari, saripati lapang luasnya wawasan. Cahaya bagi pengetahuan mengurai rumitnya persoalan.

Buku tercipta karena laku. Laku dihayati dijalani mencipta lagi buku. Ah, tapi apa dan kenapa ingkar itu? Mengapa khianat? Duhai, laknat tak sudah-sudah …. Bukankah seribu satu nuansa dan cakrawala apa itu kearifan ditujukan pesona bagi terbitnya buku?

Duhai, benar belaka manusia itu profan dan fana. Nalarnya genap melogika, tapi aduhai … nafsu dan ambisinya menjadi panglima. Bergerak-gerak, ia mendahului, mengedepan paling muka. Kapan kita pernah bisa menolak : kitalah makhluk sempurna; binatang jalang bagi manusia yang lain; binatang yang doyan dan gemar dolanan ….

Duhai, apa dan bagaimana itu CINTA?

Pondokaren
3 Oktober 2010
: 10.o9

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: