Sirna

Oleh Nona G Muchtar

aku mencintaimu seperti kabar yang tak pernah sampai

seperti rindu yang tak bermuara,

samudera kesedihan yang mengalir di jantung kota kota yang pernah kusinggahi

aku mencintaimu seperti surat dan telegram yang tak tiba tepat waktu

teronggok diam di meja meja tua tanpa stempel : terkirim

lalu menguning dan retak seperti pecahan matahari

tercerai berai dan tersimpan di guci guci tua

seperti ingatan liat yang lapuk mendekam dengan pilunya

aku mencintaimu seperti burung burung yang kehilangan sarang

sayap sayapnya mengepak kesepian

lalu hilang menjelang senja,

rebah tanpa nama pada rumah yang entah

aku mencintaimu, sayang

maka berbaliklah sejenak

sebelum sebuah musim tergesa gesa membuat kita terasing

terusir dari sebuah cinta yang begitu bulat purnama.

bbp, 19/09/2010

[]

Nona G. Mochtar

Penulis dan juga penyair ini sangat produktif menulis puisi. Sejumlah karya dapat dibaca di blog pribadinya dan di akun jejaring sosial. Perempuan penyair ini sangat sederhana menggambarkan dirinya, bahwa dia adalah…“Perempuan yang ingin jadi dirinya sendiri, tak ingin mengekang siapa siapa dan tak ingin dikekang siapa siapa kecuali oleh Tuhannya.” Nona kini bermukim di Jakarta Selatan.

Iklan

One response to “Sirna

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: