Tourist yang Tersesat yang Menyenangkan

Oleh Afrilia Utami

Sore, (12/09) di kagetkan dengan kedatangan bule asing, bersama dengan Teten Rustendi (om saya) yang saat itu membawanya ke tempat kediaman kami. Bagaimana tidak kaget, tiba-tiba tanpa kabar ada seorang yang tampan rupawan, hahaha.

Hanya berpakai celana Jeans Pendek, kaos, topi, dan sebuah ransel besar, beserta kacamata hitam pekat yang tepat di gantungkan di kerah bajunya.

Owh, hello… My name Brian Davidson. I’m from Texas (America)” dengan senyum yang sumringah.

Hai.. I’am Afrilia, Ok. Sit down over there, please…” jawabku dengan sedikit gugup.

Thank you, Nice to meet you.. A..ff..rilial…

No…no. My name Afrilia. But, you can called me A-F-R-I-L.”

“Afril… OK, your name’s difficult.. haha..

Berbincang dengannya sangat menyenangkan. Terlebih ia sudah berada di Indonesia kuranglebih selama dua bulan. Sebelum menuju Tasikmalaya, ia mengunjungi Sumatra, Jakarta, Padang, Yogyakarta, dll untuk mempelajari alat musik tradisional ‘Gamelan’.

Pertemuannya dengan Teten Tustendi, di awali dengan ketidak sengajaan. Ketika itu Om Teten sedang makan di luar. Tiba-tiba melihat seorang bule yang ternyata benar dalam keadaan tersesat, setelah di tanya tujuannya ialah menuju pantai Pangandaran. Tetapi tersasar sampai di Tasikmalaya. Bukan tanpa sebab ternyata dibalik itu semua iapun tidak begitu menguasai bahasa Indonesia. Mr. Brain dalam usianya 23 tahun sudah berkeliling hampir seluruh negara bagian bawah katulistiwa. Hampir semua negara pernah ia kunjungi, ya beliau seorang adventurer. Berpetualang sendiri. Dan memang sungguh berani, belum mental di uji.

Pemilik nama Lengkap Brian Davidson ini, selain ramah dan mengasikkan. Ia pandai memainkan catur, kartu, terutama Jugle. Ya, kami bersenang-senang seharian penuh dengannya. Hahaha, seperti ada mainan baru. Seorang Atheis yang tiba-tiba menggemparkan kami. Ia ingin belajar Islam lebih dalam, Mr. Brain selalu membawa catatan kecil di saku kanannya, dan sebuah kamus kecil English-Indonesia di saku kiri celananya. Dalam catatan kecilnya, ia selalu menulis apa yang ia temukan. Ternyata ia telah merangkum banyak pertanyaan tentang Islam, yang semakin mengagetkan ia mempunyai sebuah Al-Qur’an tiga bahasa.

Menurutnya “I love Islam more than Christianity. Though I knew little about Christianity. Democracy in the religion of my family (Islam lebih saya sukai, daripada Kristiani. Meski saya tahu sedikit tentang Kristiani. Keluarga saya Demokrasi dalam agama.)” jawabnya saat di tanya.

Why would you want to learn Islam (mengapa anda ingin mempelajari islam?).”

Dalam diskusi membahas tentang agama, tentu sangatlah menarik dan asik. Banyak pertanyaan-pertanyaan beliau yang terkadang mengapa sulit ya…di jawab dengan rumusan dalam bahasa English. “Why I should fear God?“. “What God tells us to fight the apostates and infidels?“. “What is an apostate and infidel?

(Mengapa saya harus takut kepada Allah?”. “Apa Allah menyuruh kita untuk berperang kepada orang murtad dan kafir?”.”Apa yang dimaksud dengan murtad dan kafir?)” dan tentu masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang ia lontarkan.

Esok pagi, om saya mengajak Mr. Brain untuk berkeliling kota naik sepeda. Dengan riangnya Mr. Brain langsung siap dan sangat bersemangat. Sesudah berkeliling sekitar 45 menit. Mr. Brain ingin mencoba makanan nasi T.O, ia melihat di internet tentang Nasi T.O dan ingin mencoba.

Hahaha, tidak salah saja ada bule di suruh makan nasi T.O dengan tangan telanjang tanpa sendok dan garpu yang setiap harinya hampir tidak alpa di atas piring berdampingan juga dengan serbet sarung. Melihat cara makannya, cukup membuat kami tersenyum sembunyikan tawa. Lama sekali, berulang kali ia sulit mengumpulkan nasi untuk menyuapkannya ke dalam mulut. “Waw, that’s Good. Hmm… “ ujarnya berkali-kali.

Kecerdasan dan ketangkasaan beliau cepat tanggap dalam melahap ilmu. Ia menguasai beberapa bahasa Spains, Korea (pernah menjadi guru bahasa English di Soul, Korea Selatan), Japan, dan mungkin sekarang bertambah bahasa Indonesia.

What you think about Indonesian society?

Yeah, saya senang with Indonesian’s People. They’re open hmm… terbuka.. dan I Love it, in here. Sa..yaa.. menyukai alat tra..disional music Indonesian and Indonesia’s culture. Before datang saya ke Indonesia. Saya ke Malaysia. Malaysia’s People tertutup.. tertutup, do you know tertutup?” jawabnya dengan bahasa yang gado-gado (campur English-Indo).

Hari-hari bersamanya adalah hari yang sangatlah menyenangkan. Banyak tawa jenaka yang lahir bersamanya. Senyum Mr. Brain itu yang kerap terpatung dalam mimik rautnya.

I hope you will never forget me..” ucap saya yang pelan membisik padanya.

Yeah .. Of Course. And I expect the same.. I glad to see you..

.. Begitulah muasal persahabatan dengan tourist tersasar itu.

14 September 2010

[]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: