Seorang Anak Mencuri Ibunya : Mitologi Sangkuriang dan Dayang Sumbi

Oleh Syaiful Alim

Dosa terlalu indah untuk tidak dijamah.

Cinta begitu gula untuk tidak digila.

: Aku pecinta buta!

Hatiku bagai daun rapuh

luruh diteluh angin teduh.

Cintaku mendarah, ditujah lidah kekasih, “kau putraku!”

Rinduku mengapi, dikelabui sepi berahi, “aku ibumu!”

Langit terasa sempit.

bumi bergerak, menghimpit.

Seregu burung pipit bercericit,

tapi hatiku murung, dibelit dendam menjangkit.

: Aku mencurimu, ibu.

Gua yang hampa, bercahaya mata sangkuriang; terang yang pedang.

Dayang sumbi yang kilau bagai bintang, meradang.

“Kenapa kau mencuriku, wahai sangkuriang?”

Pertama: kau perempuan pemalas. Kau tak mau mengambil gulungan benang jatuh

dekat kakimu yang utuh.

Kedua: kau perempuan jahat. Kau tersenyum manis melihat para raja bergulat dan bergelut memperebutkanmu dengan tetesan tangis dan senjata bengis.

Ketiga: kau perempuan tamak. Kau bertapa dan minum obat awet molek.

Apakah kecantikanmu belum cukup membuat lelaki merengek?

Keempat: kau perempuan licik. Kenapa kau tidak bilang bahwa si tumang suamimu, bapakku?

Kelima: kau perempuan jahat. Kau menetak kepalaku hingga retak.

Keenam: kau perempuan tanpa hati. Telah kupahat kayu jadi perahu

dan telah kubendung sungai jadi telaga, namun kau menganggapnya tiada.

“Ah, apa peduliku dengan sebab lembab itu: aku tetap mencintaimu!”

“Cinta kita terlarang, sayang!”

Akan kugapai kau sampai dewa pun tumbang!

[]

Khartoum, Sudan, 2010.

* Saya sedang menggarap buku puisi. Puisi ‘Seorang Anak Mencuri Ibunya : Mitologi Sangkuriang dan Dayang Sumbi’ salah satu di dalamnya. Mohon doa dari sahabat semua. Terima kasih. Salam damai dan hormatku untuk anda.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: