Oh Polisi…

Oleh Very Barus

ENTAH kenapa, gue paling anti sama polisi. Sejak lama…ya, sejak kejadian masa lalu gue. Lamaaaa sekali. Rasa trauma saat kepala gue ditimpuk sama ‘oknum’ polisi saat masih SMA dulu. Waktu itu teman yang gue bonceng tidak pake helm. Kemudian dengan seenak udelnya si oknum polisi bxxxxn itu menimpuk kepala gue pake pentungan yang biasa dibawa-bawa mereka saat bertugas di jalan raya (untung saat itu gue  pake helm).

Setelah ditimpuk, kepala gue bener-bener puyenggggggg banget! Lo bayangin aja kepala elo (meski pake helm) ditimpuk sekencang-kencangnya. Trus, motor gue ditilang… bukannya mengeluarkan surat tilang eh malah menodong uang sogokan. Duh, nih oknum AROGAN bangethhh!!!!

“Mau ngasih berapa nih..??” Tanyanya dengan gaya preman.

“Saya tidak punya uang pak!!” Jawab gue sok bego gitu.

Tapi dengan memaksa alias menodong, si oknum polisi bxxxxxxn itu ngotot terus meminta duit. Akhirnya, setelah merogoh-rogoh, maka keluarlah uang 10 ribu dari kantong gue. Itu pun diterima si oknum ‘matre’ itu. Ya elaaaa…mental premannya bener-bener kampungan! 10 ribu pun diterima.

Kebayang nggak sih, kalo mental-mental polisi kita pada mental preman dan matre. Di otak mereka hanya uang dan uang. Kalo dipikir-pikir mungkin lebih banyak oknum polisi yang bermental bobrok ketimbang yang punya otak lurus alias berhati baik. Bekerja dengan hati nurani…karena selama hidup gue, sangat jarang berhadapan dengan polisi-polisi yang berhati ‘bersih’ dan berjiwa penolong…

Sejak itu, gue paling anti sama polisi. Paling ogah berurusan sama polisi dan tidak mau berhubungan dengan polisi. Kalo pun harus berhubungan (ngurus SIM, STNK dll) itu juga karena terpaksa bukan iklas. Gue sudah bersumpah nggak pernah respek sama polisi…

Bahkan pernah suatu ketika, gue harus berurusan dengan polisi gara-gara ada perkara dengan seseorang yang telah merugikan gue. Tapi, karena sudah OGAH berurusan dengan oknum polisi yang matre tadi, akhirnya gue tidak mau memperpanjang kasus dengan orang yang telah merugikan gue itu…lebih baik gue memaafkan orang yang sudah bermasalah dengan gue, ketimbang harus berlama-lama berurusan dengan polisi…eh, si oknum polisi tersebut malah memeras orang yang berperkara dengan gue tadi. Handycam-nya diambil, duitnya diperas, dan paling parah motornya mau diambil dengan alasan sebagai barang bukti…apa hubungannya coba??? Ada-ada saja alasan mereka ya..??

Menjelang lebaran ini, gue perhatikan banyak banget polisi-polisi melakukan razia secara bersembunyi-sembunyi. Masak razia di tempat-tempat gelap? Kalo emang niatnya razia ya terang-terangan dong. Jangan ngumpet-ngumpet gitu. Trus, dengan tiba-tiba menangkap motor yang bisa dijadikan sasaran. Kemudian dengan alasan tilang…maka keluarlah uang untuk lolos dari akal bulus mereka…

Oh polisi…oh oknum polisi…kapan mental busukmu bisa berubah???

Kalo ditanya seberapa bencinya gue dengan polisi, ya, sebenci-bencinya…(artikan saja sendiri!)

[]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: