Tentang Anjing

Baca juga kisah sebelumnya : Ternyata Togel Itu Masih Ada Toh..?

Oleh Very Barus

COBA PERHATIKAN, binatang apa yang paling banyak diangkat ke layar lebar atau layar kaca? Tentu jawabnya ANJING. Meski ada binatang-binatang lain yang juga di filmkan, seperti kucing, beruang, monyet dan sebagainya, namun Anjing adalah binatang yang tetap juaranya. Siapa yang tidak termehek-mehek ketikam menonton film HACHIKO. Tentang kesetiaan seekor anjing yang menjadi cerita legenda di negeri Sakura itu? Bahkan sosok Hachiko diabadikan ke dalam bentuk gapura (patung anjing Hachiko) di dekat stasiun kereta di Jepang.

Begitu juga dengan film EIGHT BELLOW, kisah tentang 6 ekor anjing yang terdampar di gurun salju. Ditinggal majikannya di gurun tersebut, sehingga beberapa dari anjing-anjing itu mati karena tidak kuasa menahan lapar dan penyakit. Tapi kesetiaannya menunggu majikannya untuk  datang bener-bener diacungin JEMPOL deh.

Dan beberapa kisah tentang kesetiaan, kejenakaan dan kejahilan anjing-anjing yang selalu bikin gue gemes menonton film berbau anjing. Bahkan kejengkelan gue menonton Marley & Me pun membuat gue tetap mencintai hewan yang mempunyai indra penciuman yang jempolan itu.

Nggak usah jauh-jauh mengambil perumpaan lewat film deh…di kehidupan nyata gue saja, anjing menjadi salah satu hewan piaraan yang sangat gue sukai dan juga sayangi. Yang jelas sejak masih imut-imut, orangtua sudah memelihara anjing sebagai hewan “penjaga rumah”. Meski sejak tinggal di kota besar seperti Bandung, sulit bagi gue untuk mewujudkan memelihara seekor anjing. Dikarenakan banyak faktor yang harus dipertimbangkan. Tidak heran kalo keinginan memelihara anjing saat ini hanya masih dalam angan-angan…

TAPI…

Saat gue pulang ke kampung halaman kemaren, kedatangan gue sudah ditunggu oleh tiga ekor anjing piaraan keluarga. Mereka begitu antusias bertemu dengan gue. Padahal dua di antara anjing tersebut belum mengenal gue sebelumnya (maklum, umurnya belum nyampe setahun). Meski belum kenal, hubungan gue dengan Moffy dan Luchu (nama si anjing) sudah sangat akrab. Kemana pun gue pergi mereka pengen ikut. Kebetulan juga gue sayang banget sama mereka. Jadi di waktu senggang pun gue menyempatkan untuk memandikan mereka. Ngajak mereka bermain-main.

Lucunya lagi, setiap gue dan sodara-sodara mau pergi, pasti anjing-anjing itu sudah bersiap-siap hendak mengikuti kami dari belakang. Mengejar dan terus mengejar. Pokoknya kalo nggak disuruh pulang (dengan bentakkan) anjing-anjing itu akan terus mengikuti kemana pun kami pergi. Duh, kalo sudah melihat adegan itu pengen rasanya gue ikut sertakan mereka. Hanya saja, mana mungkin mereka ikut!!!!

Satu minggu berada di kota kecilku membuat aku dan 3 ekor anjing (milik kakak dan abang) menjadi hubungan kami semakin akrab. Setiap hari, anjing-anjing itu pengen gue pijat-pijat, pengen dielus-elus dan pengen dimandiin. Tingkah mereka seperti anak kecil yang pengen dibagikan mainan. Lucu dan menggemaskan….

Pernah juga kejadian lucu tapi sedih juga…

Saat ponakan gue, ELLA, pergi ke sekolah. Eh, anjing piaraannya mengikuti sampai dia ke sekolah. Ella yang minder karena ditemani si Luchu jadi enggan pergi ke sekolah. Alasannya teman-temannya takut kalo digigit si Luchu (padahal si Luchu bukan tukang gigit dan tidak berbahaya). Alhasil, setiap hari, sebelum pergi ke sekolah, maka si Luchu harus dikurung dulu di dalam kamar atau dikunci di dalam rumah. Baru deh ponakan gue bisa melenggang dengan manisnya ke sekolah.

Begitu juga dengan ponakan yang satunya, Niel. Saat mereka sekeluarga pergi ke luar kota beberapa hari, anjing mereka si HITAM (karena bulunya hitam), raib entah kemana. Padahal Niel sangat sayang banget sama si Hitam. Meski sudah dicari kemana-mana, namun sosok hitam tidak ditemukan juga. Intinya Niel sempat sedih juga karena kehilangan mainan kesayangannya.

Tapi yang bikin adegan itu semakin ‘sad ending‘ adalah, ketika gue harus meninggalkan kota kecilku dan meninggalkan anjing-anjing itu. Wajah mereka memelas dan sendu. Gue ngerti gimana perasaan mereka saat gue hendak pergi. Rasanya pengen gue abadikan lewat video deh gimana ekspresi wajah mereka. Lucu, sedih dan serasa nggak iklas gue pergi…

Hmmm…kini gue hanya bisa menatap wajah-wajah mereka lewat foto-foto di hape gue. Rekaman saat si luchu mengikuti gue pergi. Eh, dia asyik aja ngekor di belakang gue…dan nggak ada salahnya gue mengabadikan tulisan ini buat 3 anjing lucuku…

Yang jelas, kalau diajak berkisah tentang pengalaman hidup dengan anjing, rasanya memori di otak gue akan dengan mudahnya terbuka dan menuturkan kisah-kisah lucu bersama mereka.

[]

Kisah selanjutnya di : Wisata Ke Air Terjun Sipiso Piso

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: