Percintaan Absurd

Oleh Hera Naimahh

ada benderang membawa kabar

yang harus kubaca dengan sabar

hingga segenap kata dan titik koma di sana

tak salah baca

tak salah makna

air mata pun menetes di hari ke sembilan puluh lima perjalanan kisah kasih kita

malam itu

hatiku membiru

hatiku cemburu

air mata itu

atas nama sedih

atas nama pedih

atas nama cinta

atas nama asmara kita

aku terus berpikir. aku terus berzikir. aku pun menyerah pada takdir dan kubiarkan segenap doa terus mengalir

kekasih purnamaku

akan kubaca sekali lagi

masih perlukah aku di sini

masih mampukah aku berdiri

melanjutkan kisah ini

atau, kusudahi saja percintaan rumit ini

hidup memang senantiasa menyimpan kebahagiaan dan kesedihan  tak terduga

***

hera

23 Agustus 2010

[]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: