Malam Tidak Sedang Menangis, Dik…

Oleh Afrilia Utami

Adikku…

bayang gulita masih meredup tak menyisakan

menanti hari-hari diburu mati dinisankan sepi

laku elegi bluri yang hilang lagu

kini hanya kaku membisu bak hilang suara merdu

Lihatlah, sayang…

Purnama itu hilang setengah layang

Langit sana terlalu hitam menajam dan legam

Hanya selimut malam yang kian surut

Dingin dalam raut yang semakin larut…

Dengan bekas-bekas nikotin berkata pelan

Jangan menangis, manis

airmatamu tak mengenal tandus menghumus

kedua matamu masih menghijau dan memukau

sejumlah mendung, tak terbendung

yang mungkin tutupi, setengah serak

jingga dan biru pada gordin kelabu

kau jadikan irama berbisik terbang bahkan menyelam

di meja malammalam yang bermalam pada malam

maka,

cepatlah tertidur…

terpejamlah…

sebelum malam berikutnya menceritakan malam-malam lainnya.

20 Agustus 2010

[]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: