Balumpa

Oleh Adhy Rical

telah kudendangkan balumpa

sebelum kau menjahit punggungku

petang di bawah tangga

kita berdepan:

bawalah mataku, katamu

sebab ayam hijau tak punya tiang penyangga

yang mengajakmu bernyanyi

bahwa keluh hanyalah asap dapur sesorean

jejakmu di mana, sayang?

begitu sulit meminum air mata sendiri

tak ada kampung lengang

kalau bukan karena lenggang

jangan ucapkan waliakomo

kita bernyanyi saja seperti rindu sudah

kabanti, kabanti kamba-kamba wolio

o, haluoleo

bukanlah bilangan di bawah jemari

tentang pertemuan yang belum

Batumarupa, 2010

[]

Catatan:

balumpa: perjuangan orang Wakatobi melawan penjajah dan penyebaran agama Islam yang divisualkan melalui tarian dan nyanyian (kabanti). Diperkirakan balumpa bermula pada pertengahan abad ke-14.

halu oleo: delapan hari (Tolaki). Rentang waktu untuk menemukan seseorang (lelaki) yang kelak menjadi raja di Konawe dengan nama Haluoleo.

kabanti kamba-kamba wolio: sastra lisan percintaan Butuni.

waliakomo: pulang/balik/selamat tinggal (Tomia), sering diucapkan dalam kabanti.



foto: arif relano

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: