Welcome Hometown…

Tulisan sebelumnya : Medan-Lau Sidebuk Debuk-Berastagi

Oleh Very Barus

NAIK KERETA API BRAK…BRUK…BREK…

Kalo ditanya kenapa judulnya sadis banget? Ya, itulah ungkapan hati gue yang paling dalam saat naik kereta (api) eksekutif dari kota Medan menuju kota kelahiranku Rantauprapat. Jangan bayangkan ‘eksekutif’ itu berarti bener-bener eksekutif. Mungkin judulnya saja bergelar eksekutif tapi kalo dari segi wujud dan penampilan, nggak layak deh disebut kereta eksekutif. Ruangan eksekutifnya dekil bin kumal. Tempat duduknya juga banyak yang sudah sobek (kayak roti sobek). Handle tempat duduk juga banyak yang sudah tidak berfungsi…

Tadi pagi, tepatnya jam 7.30 teng…

Gue sudah berada di stasiun KA dengan tentengan tas backpack dan tas gede berisi pakaian dan perlengkapan perang gue selama di Sumatra. Langsung naik ke dalam kereta dan meletakkannya di atas tempat duduk (bagasi). Hmm…ternyata kereta eksekutif di sini nggak ada ubahnya dengan kereta ekonomi di Jakarta dan Bandung. Bahkan lebih bagus kereta di Bandung deh. Hanya menang suara deru AC yang brisik dan nggak ada alat kontrolnya. AC nyala dengan kedinginan abal-abal. Alias ANGIN CEPOY-CEPOY. Nggak tau deh, apakah ini AC kw-1, kw-2 ato kw-3. Soalnya dinginnya nggak nampol!!

Jam 8 teng…

Kereta bergerak…penumpang nggak penuh-penuh banget sih. Banyak bangku kosong. Hanya saja, ada penumpang yang duduknya di sebelah gue bener-bener nge-betein. Dengan bawa tas yang nggak kalah gede dari tas gue, langsung nyerobot masuk ke dalam (posisi tempat duduknya di dekat jendela). Trus dia ngangkat tuh tas yang segede gaban mau diletakin ke atas (bagasi…). Trus, seenak udelnya nyenggol-nyenggol gue yang sudah duduk manis kayak murid TK. Nggak ada kata sori dan nggak ada basa-basi langsung grasak-grusukpengen gue sruduk aja nih orang! Belum tau yang duduk disebelahnya BANTENG!

Kereta berjalan…

Tiba-tiba aroma tidak sedap mulai masuk ke panca penciuman gue. Bau nyengat yang nggak ada di jual di shoping mall. Karena ini murni bau pipis yang aromanya sangat pekat! Duh, bener-bener bau yang merusak alat penciuman gue deh. Kok bisa sih, kereta ini nggak membersihkan toilet-nya sebelum berangkat…???

Sangat beda kalo kita naek kereta eksekutif di Jakarta ke Bandung ato ke kota lainnya. Aroma yang tercium sangat beragam dan harum yang menusuk hidung. Aromanya membuat otak gue bekerja untuk menebak kira-kira merk apa tuh aroma parfum yang dipake si penumpang…sangkin sedapnya tuh aroma…

Usai bau pipis, kemudian muncul aroma baru. Kali ini dari ibu-ibu yang duduk persis di belakang gue. Aroma khas minyak gosok ‘kayu putih’. Duh…baru aja kereta berjalan kok sudah pada puyeng sih…??? Bener-bener mengganggu banget deh! Sudah AC-nya nggak nampol. Aroma yang muncul justru beraneka ragam. Arrrrrgggghhh…!!!

Gue mencoba menenangkan otak dengan menempelkan earphone ke telinga. Mulai deh mengalun lagu-lagu pilihan yang sengaja gue download ke BB gue. Mulai dari lagu The Little Things Give U Away (Linkin Park), Ya Sudahlah (Bondan feat Fade2Black), Crawl (Chris Brown), Fireflies (Owl City), dan deretan lagu-lagu yang nampol di telinga gue. Satu alasan kenapa pake earphone, biar nggak terjadi interaksi dengan orang yang duduk di sebelah gue. Karena kadung menyebalkan!

Trus, gue mulai ngeluarin novel karya Tony Parson (Man and Boy), yang jujur saja sudah berbulan-bulan dibeli tapi nggak tuntas-tuntas juga dibaca. Semua itu gara-gara BB…yang membuyarkan minat baca gue. Mata gue lebih doyan melototin layar Blackberry gue ketimbang baca novel lagi… Kadang-kadang BB ini najis banget deh…!!! Membuat nafsu membaca novel gue berubah jadi nafsu kegatelan melototin layar BBYa, buka FB, buka Twitter, MP, YM, Kompas.com, Detik.com dll…dooohhh…!!!!!

Mulai deh siap-siap baca Man and Boy yang masih tetap pada posisi bab 5. Nggak beranjak dari taon kapan…!! Tapi, dasar kereta eksekutif abal-abal…goyangannya sangat dahsyat banget! Lo bisa bayangin gimana dahsyatnya tuh goyang kereta. Pantat gue bisa terangkat dari tempat duduk hingga pada posisi kayak sulap ala Deddy Cobuszier. Untung saja tidak terangkat sampe ke langit-langit kereta…

Waduhgimana mau baca…saat mata masih berada pada barisan paling atas membaca kata demi kata novel tersebut. Tapi sangkin dahsyatnya guncangan kereta, tiba-tiba mata gue sudah berada pada barisan paling bawah tuh novel…busyet dah…!!! Alhasil…novel hanya bertahan gue baca selama 15 menit. Selebihnya kepala gue mulai puyeng. Maklum, gue emang nggak bisa membaca dalam kondisi penuh guncangan. Maksud hati mau menuntaskan ini novel malah ditutup dengan manisnya…

Sabar ya Tony Parson…karya elo pasti gue baca dengan tuntas kok! Tapi tidak di sini. Di dalam kereta butut ini! Ntar di rumah aja…!!

Dua jam pertama kereta berhenti di TEBING TINGGI…kota yang terkenal dengan LEMANG dan CAKAR AYAM-nya. Kereta berhenti, kemudian muncul deh pedagang yang menjajakan dagangannya. Dulu, waktu masih kuliah, setiap naik kereta, gue sering beli Pecal, Mie dan Sate Kerang yang dijajakan ibu-ibu. Sedap juga kok…!!! Tapi sekarang, niat untuk melahap jajanan si ibu-ibu tersebut sirna. Ada kesan jorok di benak gue. Jadi mending ditahan aja dulu…

Dua jam berikutnya berhenti lagi di kota lain… Sama seperti di TEBING TINGGI, para penjaja makanan mulai menjajakan dagangannya. Karena perut ini bimbang. Antara lapar dan tidak, alhasil gue beli RAMBUTAN yang bener-bener nendang banget manisnya…lebih higenis ketimbang Pecel dan Mie yang cara meraciknya, tangan si ibu menguyel-uyel itu Pecel dan Mie…jorok bukan…?!!

Usai kunyah mengunyah, gue mencoba merebahkan tubuh ini. Karena rasa kantuk mulai menyerang. Gue pasang kembali earphone menemani kantuk gue…hingga akhirnya mata gue bener-bener terpejam…(untung saja, tidak ada KEONG RACUN di playlist gue…kalo ada mungkin gue sudah lipsync sambil menari-nari kayak Shinta dan Jojo).

Akhirnya gue pun terpejam…gue ingat, lagu FIX YOU-nya Coldpaly masih mengalun hingga gue tertidur nyenyak…Zzzz…zzzzz…zzzzzzz…

Tanpa terasa, pukul 13.30 siang…

Kereta sudah touched-down di tanah leluhurku…disambut dengan terik matahari yang sangat menyengat! Puanaaaasssss bangethhh!!!!

But, no problema…!! I love my hometown…!!

I’m coming home…!!!

[]

Baca juga tulisan selanjutnya : Tentang Pernikahan Itu

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: