Perjalanan Malam

Oleh Hera Hizboel

Separuh malam hening meski langit ramadhan benderang oleh rembulan yang mengintai dari balik jendela. Kubasuh wajah dengan wudu untuk membersihkan jiwa ini dari selain-Mu

Betapa jauh jarak membentang antara kita. Padahal aku masih merindukanmu untuk menemaniku bercakap dan mengusir sepi dari negeri asing ini

Kubentang sajadah dan kulafazkan Alfatihah dengan sepenuh hati. Kulantunkan surat demi surat dari ayat suci-Mu untuk menggenapi salat malamku. Jiwaku terbang di kerahasiaan malam untuk menjumpai-Mu

Ya Rabb… maafkan aku yang rapuh ini. Ampuni aku yang terus menggapai-gapai merindukan kasih sayang-Mu. Nafasku tercekat di rakaat ke tiga shalat Tasbihku. Aku pun tenggelam dalam sujud panjang seraya meneriakkan nama-Mu dalam gelap

Ya Rabb… Aku ingin tenggelam. Aku ingin menyelam ke dasar samudera ketauhidan-Mu. Di akhir rakaat, segalanya pun menjadi gaib ketika khusyu’ku tergores oleh air mata yang terus mengalir

Kusembunyikan diamku. Kusembunyikan sepiku. Kusembunyikan sedihku. Lewat doa, lewat sujud, lewat air mata, sembari terus setia menjalani sisa usia.

[]

hera

3 Ramadhan 1431H


Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: