Sajak – Sajak Kecil

Oleh Syaiful Alim

1

Selingkuh

Bulan mencumbu batu

2

Tahun Baru

Tuhan mati
di tepi waktu

3

Perjalanan

Langkah seribu menuju dermaga
resah ibu merekah abu jelaga

4

Rindu

Mencari bayangmu di terang cermin
aku remang dicuri cahaya lilin

5

Ibu

Iba tiba
dibasuh air susu

6

Nasehat Ayah Kepada Anak Lelakinya

Jadilah ibu di kemarau danau
jadilah ayah di hijau sawah

7

Kenangan

Seonggok jejak di pojok kamar
tengok sajak di pokok mawar

8

Kepada Matamu

Pinjamkan aku kacamatamu
supaya aku tak berkaca-kaca bertemu mata kacamu

9

Sajak Patah Hati

Akan aku rekatkan dengan pekat sunyi
lalu kupanggil burung-burung kecil terbang bersama
seusai kembali aku telah bersayap dua

10

Ketika Kita, Ketika Kata

Ketika kita jatuh cinta
kata tiba menawari mawar
duri sembunyi mengintai jemari

Ketika kata jatuh cinta
kita tiba mengakar lapar
diri memaki puisi tak kunjung jerami

11

Kerudung Seksi

“Kerudungmu tampak seksi. Coba aku lihat lagi” kataku.
“Hai laki-laki, jangan macam-macam!” bentak perempuan berkurudung itu.
“Aku cuma minta satu macam. Memandang kerudungmu sekali lagi” godaku.
Wajahnya tiba-tiba mendung. Kerudungnya mengepakkan sayap.
Mengajakku bermain kejar-kejaran di atas awan. Lenyap.

12

Elegi Natal

Bom itu meledak di gerejamu
aku punguti puing-puing air mata dari kering matamu

Kelak, kutegakkan gereja di masjid sajakku

[]

Khartoum, Sudan, 2010.

Ibu Menyapih

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: