Perjalanan Ke Benua Afrika

Oleh Mappajarungi Manan

Sejak kecil, aku tak pernah membayangkan tinggal di Benua Afrika. Sebab, selama ini, cukup dengan melihatnya di film atau tipi, mendengar cerita tentangnya dari mulut ke mulut, serta membaca di banyak literatur perihal Afrika, hampir semuanya membuat aku geleng-geleng kepala dengan apa yang terjadi di benua “hitam” ini. Seakan tak percaya!

Peristiwa-demi peristiwa, misalnya; penyakit ebola, HIV/AIDS, kelaparan, peperangan antar suku, peperangan antar negara, pemberontakan, bencana alam serta berbagai macam tindak kriminal yang terjadi membuat buluroma berdiri. Perasaan tak tenang. Namun toh, akhirnya kami sampai juga di salah satu negara Afrika bagian Selatan, Republic of Zimbabwe.

Perjalanan ke Afrika sempat juga membingungkan, karena awalnya aku tahu bahwa ke Afrika bisa dari Singapura. Akan tetapi, agen perjalanan kami membuat route perjalanan yang panjang atau jauh. Kami berangkat dari Jakarta menuju Hongkong dengan Cathay Pacific. Lalu dari Hongkong ke Johanesburg menumpangi South Africa Airways (SAA), kendatipun perjalanannya menyenangkan, tapi imagine-ku bilang; “ini semacam pemborosan waktu dan dana.”

Tapi ya, itulah kalau agen yang mengurusi pingin juga dapat kelebihan, kata kasarnya korupsi. Hahaha…
Kalau dari Singapura, perjalanan ke Joburg (Africa Selatan) hanya membutuhkan waktu sekitar 8 jam. Tapi dari Hongkong wah…! 12 jam lebih! Belum lagi dari Jakarta ke Hongkong. “Coba bayangkan begitu melelahkan!” Kalau tujuan hanya ke Joburg atau Pretoria (Ibukota Africa Selatan) ya udah sampai. Tapi kalau perjalanan masih mau melewati Bostwana, Namibia, Zambia, Zimbabwe, Malawi Angola, Tanzania, Mozambique serta berbagai negeri lainnya di Afrika, kan menjengkelkan.

Jadi, kalau mau praktis menuju Afrika dari Jakarta, sebaiknya beli tiket saja dari Jakarta menuju Singapura, lalu di Singapura, bisa memilih penerbangan yang bermacam-macam. Seperti South Africa Airways—maskapai ini jauh lebih baik dari pada maskapai Garuda Airlines—SQ, Japan Airlines, Qatar Airlines. Tapi kalau mau ke Zimbabwe ada kok maskapainya, namanya Air Zimbabwe (Air Zim). Maskapai ini dari Harare menuju Cina dengan rute Harare Singapure, Guanzou, Beijing, lalu balik lagi. Tiba di Singapura dari Harare hari Sabtu dan berangkat Minggu dinihari, balik ke Harare juga pada hari Rabu, dengan pesawat Boeing 777.

Menuju Zimbabwe, setelah transit sekitar dua jam, kamipun melanjutkan perjalanan menuju Harare, ibukota Republic of Zimbabwe menggunakan SAA juga. Dalam perjalanan ke Harare, aku masih terkesan ketika mendarat di Joburg, pikiran tentang kejelekan informasi tentang Afrika seketika Sirna. Joburg begitu mengagumkan, kendatipun aku hanya sebentar (kisah tentang ibukota South Africa, Pretoria, baca Surga di Ufuk Selatan Africa), tapi dilihat dari infrastruktur bandaranya, jauh beda dengan Cengkareng. Bersainglah dengan Singapura.

Setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam lebih, sampailah kami di Bandara International Harare. Kendatipun perjalanannya singkat, laiknya penerbangan Jakarta-Surabaya, tetapi guncangan-guncangan dalam penerbangan mengagetkan para penumpang. Selama perjalanan antara Joburg-Harare, pesawat kami sering menemui ruang hampa, sehingga tiba-tiba saja pesawat kadang drop. “Aku sampai lupa menghitungnya berapa kali kami dikejutkan dengan ruang hampa itu.”

Bandara International Harare, lumayan indah, kendatipun tidak besar, tapi cukup bersih dan teratur. Karena dipisahkan antara penerbangan domestik dan international. Akhirnya, bayanganku selama ini tentang Afrika itu rupanya tidak demikian dengan apa yang kulihat. Tiba di Harare, Ibukota Zimbabwe itu begitu teratur. Jadi bayangan kita memang sering salah. Itulah kalau kita tidak merasakan langsung, hanya mendengar saja. Aku sedikit menemukan ketenangan, jauh dari hiruk pikuk rutinitas dan bergelut dengan berita politik—kendatipun saat itu, aku menemui kondisi Zimbabwe yang mulai memasuki kembali fase politik di semenanjung Afrika. []

Iklan

3 responses to “Perjalanan Ke Benua Afrika

  • misra heldi

    Harare airport memang indah sangat mengesankan, jauh beda dengan airport ditanah air

  • FirstMargarito

    I have noticed you don’t monetize your website, don’t waste your traffic, you can earn additional
    bucks every month because you’ve got high quality content.
    If you want to know how to make extra money, search for: Boorfe’s
    tips best adsense alternative

  • BestElliot

    I have noticed you don’t monetize your website, don’t waste your traffic, you can earn additional
    cash every month. You can use the best adsense alternative for
    any type of website (they approve all websites), for more info simply search in gooogle: boorfe’s tips monetize your website

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: