Begini Saja

Oleh Adhy Rical

bukankah kau akan menyayangi sungguh?
seperti kau gandeng tanganku riuh
di rumah panggung, perahu tanpa sauh
tentang nisan tetua, pusaka, dan petuah
yang lepas abad dan adab
juga surau tak berjejak kaki
dan pohon tumbang, makian aparat biadab
katamu, mereka hanya daki

bukankah kau akan mengirim surat?
tanpa cap jari dan syarat
janji-janji karat
di tanah lapang, panas memberat
entah, gemerlap bantuan dalam berita
tentang rumah panggung yang tenggelam
buatku tegap antri: latah bercerita
bahwa kami tak punya dendam

aku begini saja
buat perahu dalam rumah, pepucuk sawit yang mengair
tak sekolah: satu pensil jadi sepuluh
tak bisa marah. kami hanya mencatat syair
“hidup harus ditempuh”

Kendari, 2010

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: