Tinangkiu

Oleh Adhy Rical

: kerbau yang ditembak sore tadi

Tinangkiu,
kutimang sejak belibis menghitung rawa
menyapih biji bakau yang jatuh ke muara
di tepi pematang, dekat rumpun teratai
air mataku jatuh berantai

Aku mengayuh perahu
karena tak punya buku
untuk membaca dosa-dosaku
dan tak menguasai ilmu keris
hanya dapur mengepul dalam gamis
maka kau, kubeli setelah menang kiu-kiu:
ada aduh di kepalaku
mengadu, berputar seperti dadu

Tinangkiu!
kampung dikepung moncong belatung
jejak pematang ditakar janji segantang
cukup cap jari dan centang
segala tak bisa kau tentang

dor!
aku berutang nyawa padamu

Konawe, 2010

Baca kajian tentang puisi ini:

Bahasa Lain Oleh Sulaiman Sitanggang (Toba, Sumatera Utara)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: