Kenangan Itu Masih Bernama Masa Lalu

Oleh Dwi Klik Santosa

jangan, jangan kau pandangi aku seperti itu

nanti aku terbakar

jangan, jangan kau bacakan syair itu

nanti aku lapar

* *

kau tidak boleh tertawa seperti itu

nanti hilang riangmu

kau tidak boleh menangis seperti itu

nanti hilang tampanmu

* *

manis, ya, manis, begitu

engkau memang tidak mirip abimanyu

tapi kamu lucu

* *

separuh waktu aku mencari

candamu, tawamu, keluhmu, tangismu

kutemukan di depan jongkokku

engkau mengendap sebagai abu

* * *

* * *

* * *

naomi vivian ning almarhumah

supel, renyah, cerdas dan baik

“ceritakan kepadaku soal dunia sophi”

begitu, masih kuingat betul kata-katanya

pada saat kami bertemu di boulevard kampus biru

pada suatu gerimis, sepulang kegiatan

naomi memang pernah membelikanku sebuah buku

“dunia sophi” judulnya

satu hal, yang patut kukenangkan

dari banyak kenangan yang pernah ada

sebab itu hadiah kado ultahku

sejak sebulan ia mengenalku, dan aku mengenalnya

bahkan, satu-satunya kado ultah yang pernah kuterima

selama aku terlahir hidup sebagai anak manusia

“dunia sophi, seperti duniaku sendiri”

begitu ceritaku

lalu bola mata itu mengerjap

hanya saja waktu itu aku belum berani menatapnya lama-lama

dan selalu terlambat

selalu terlambat … untuk ukuran hendak mengungkapkan sesuatu

sebab Tuhan keburu memanggilnya

membawanya pergi

jauh … jauh .. jauh dari tempat

dan jarak yang tidak pernah kumengerti angka dan nilainya

naomi, jika nanti kita dapat berjumpa lagi

masih maukah kaudengar ceritaku soal dunia sophi?

[]

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 104 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: