Nilai Mata Uang Zimbabwe, Sekarat

Oleh Mappajarungi Manan

KRISIS moneter di Republic of Zimbabwe, telah memasuki tahun kelima—ketika kutuliskan pengalaman ini—sejak tahun 2002. Kondisi makin tidak jelas. Harga-harga berbagai kebutuhan meluncur bak roket.

Kendatipun sejak bulan Agustus 2006 pemerintah memotong nilai mata uang (renumerasi). Misalnya, nilai uang Dollar Zimbabwe (Zim$) 1.000,- tiga nol yang ada di belakangnya dipotong, hingga menjadi Zim$ 1. Tapi itu tidak terlalu mempengaruhi orang yang memiliki jutaan uang Zim$, karena pemotongan juga berlaku buat harga-harga barang.

Namun, kondisi seperti itu kerap berubah. Perubahan nilai tukar dollar Amerika membuat perubahan pula pada nilai tukar dollar Zimbabwe, yang lagi-lagi melambung cepat ibarat pesawat supersonic. Tiap hari pergerakan nilai tukar uang terus naik. Bahkan, tidak berhitung hari, tetapi berhitung jam. Kalau pagi nilai tukar US$1 terhadap Zim$, misalnya US$ 1 setara Zim$ 100, maka sore harinya naik lagi, dan, esok pagi lagi-lagi naik. Menjengkelkan.

Kini—pada hari kutulis artikel ini—5 Oktober 2007, perbandingan nilai tukar US$ 1 mencapai Zim$ 552.000. Jadi, jika menjual pecahan US$ 100,- maka Anda akan dapat mengantongi uang sebesar Zim$ 52.000.000.- Beruntung, sejak dua bulan lalu, pemerintah mencetak uang Zim $ dengan nilai Zim$ 200.000,-.

Tapi nilai tukar sebesar itu hanya berlaku di pasar gelap. Sedang nilai tukar resmi yang dikeluarkan oleh Bank Sentral pemerintah Zimbabwe, yakni US$ 1 berbanding Zim$ 30.000,-. Nah, bayangkan kalau menukar uang pada pemerintah, US$ 100.- maka Anda akan mendapatkan Zim$ 3.000.000,-. Ironisnya, untuk nilai itu Anda hanya akan mendapatkan sekotak Pizza. Deg!

Termahal Di Dunia

Kondisi makin diperparah, ketika pemerintah Zimbabwe melakukan manuver dengan langsung melakukan pemotongan harga. Misalnya satu buah sabun mandi Lux yang harganya Zim$ 400.000.- dipotong menjadi Zim $ 200.000,-. Semua harga-harga di potong, demikian pula dengan sebungkus rokok yang tadinya Zim$ 500.000.- saat itu menjadi hanya Zim$ 100.000,-. Kontan saja manuver pemerintah itu membuat sejumlah pengusaha lokal…bangkrut. Bahkan ada perusahaan yang tidak lagi memproduksi, bahkan menjual. Pedagang yang kedapatan tetap menjual dengan harga tinggi, langsung dijebloskan ke penjara polisi.

Supermarket-supermarket yang ada di pusat kota Harare dan sekitarnya, tetap membuka diri. Akan tetapi, bahan-bahan kebutuhan seperti daging sapi, ayam dan telur tidak ada. Yang ada hanya kebutuhan toilet dan produk-produk komestika. Umumnya ekspatriat yang ada di Zimbabwe, melakukan perjalanan ke South Africa dan Mozambique untuk belanja kebutuhan sehari-hari mereka. “Tidak ketinggalan dengan saya, kadang harus ke South Africa atau Mozambique.”

Kendatipun sekotak Pizza sama dengan gaji pegawai negeri (civil servent) akan tetapi, mereka mampu bertahan. Karena makanan pokok mereka adalah roti atau Sadza (tepung jagung) yang direbus bersama air. Tapi mereka makan Sadza dengan sayur dan kacang. Untuk makan daging, mereka tak mampu membeli.

Gejolak ekonomi yang berkepanjangan waktu itu, karena kejengkelan Amerika Serikat dan Inggris. Inggris sakit hati, lalu melakukan embargo karena para petani kulit putih tanah mereka dirampas. Sementara Amerika Serikat dongkol pada Uncle Bob (julukan bagi Presiden Zimbabwe, Robert G. Mugabe), karena kepentingan dan peran politik Amerika Serikat di semenanjung Afrika kerap terbentur pengaruh kuat Robert G. Mugabe. Karena bagaimanapun juga, Presiden Zimbabwe ini adalah presiden yang disegani di Afrika.

Karena itulah mengapa Amerika Serikat ngotot ingin mengganti presiden Robert G. Mugabe. Amerika Serikat berulah dengan melancarkan slogan-slogan kunonya; Zimbabwe dikatakan tidak demokratis di bawah pemerintah Mugabe, lalu tudingan pelanggaran HAM, etc.

Tapi bagaimanapun juga, Zimbabwe di tahun 2007 itu, tetap enjoy dengan krismonnya.

[]

About these ads

4 responses to “Nilai Mata Uang Zimbabwe, Sekarat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 102 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: